"Kami siap membuka diri untuk kita sama-sama bisa menyediakan kebutuhan pupuk dalam target swasembada pangan dalam waktu yang secepat-cepatnya," jelasnya.
Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, juga mengapresiasi langkah PTBA yang mempercayakan universitas sebagai mitra riset dan pengembangan.
“Namanya penelitian hasilnya dan waktunya kan belum tentu, dan keberanian itu kami apresiasi dan saya kira hasil ini nantinya juga akan dinikmati oleh semua pihak.
"Jadi kami sangat mendukung, mendorong agar lebih banyak lagi korporasi yang bersifat seperti Bukit Asam ini,” tuturnya.
Apresiasi turut datang dari Direktur Pembinaan Pengusahaan Batubara Kementerian ESDM, Surya Herjuna, yang berharap PTBA terus mengembangkan inovasi produk berbasis batu bara, tidak hanya kalium humat.
Baca Juga: Kobe, Kota Kecil Jepang yang Lebih Terkenal Karena Daging Wagyu Terbaik di Dunia
Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Muhammad Wafid, juga memberikan dukungan serupa.
“Semoga peluncuran pilot project alat produksi kalium humat ini merupakan awal yang baik untuk pengembangan industri kalium humat dari batu bara Indonesia,” ujarnya.
Kolaborasi Dunia Usaha dan Akademisi untuk Kemandirian Bangsa
Proyek percontohan ini menjadi bukti nyata kolaborasi antara sektor usaha dan dunia pendidikan dalam memperkuat kemandirian ekonomi nasional.
Langkah tersebut selaras dengan tema HUT ke-80 Republik Indonesia, "Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju," yang menegaskan pentingnya kemandirian ekonomi sebagai pondasi kesejahteraan rakyat dan kemajuan bangsa.***