3. Re-branding menyeluruh – guna memperkuat positioning BRI sebagai universal banking yang relevan bagi seluruh segmen masyarakat dan pelaku usaha.
4. Culture transformation – menciptakan budaya kerja produktif, peningkatan daya saing SDM, serta melahirkan pemimpin yang mampu nata, nuntun, nagih.
Baca Juga: QLola by BRI Catat Volume Transaksi Rp5.970 Triliun Hingga Juni 2025
Sebagaimana diketahui, Fortune Indonesia 100 merupakan daftar tahunan yang menyoroti korporasi dengan kontribusi signifikan bagi perekonomian nasional.
Tahun ini, ambang batas pendapatan untuk masuk daftar naik dari Rp10,54 triliun (2023) menjadi Rp11,42 triliun (2024).
Total pendapatan 100 perusahaan terbesar menyumbang 26,93% Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia, menjadikannya barometer penting dinamika ekonomi Tanah Air.
Baca Juga: Magang Batch 4 Pelindo Terminal Petikemas 2025 Dibuka, Catat Persyaratannya
“Pencapaian ini bukan hanya angka di atas kertas, melainkan bukti dari strategi, eksekusi, dan resistensi perusahaan Anda di tengah dinamika pasar,” tulis Fortune yang dikutip Senin (25/8/2025).
Kinerja solid BRI sepanjang 2024 turut mengantarkan perseroan ke peringkat tinggi tersebut.
BRI mencatatkan pendapatan Rp274,57 triliun, laba bersih Rp60,15 triliun, total aset Rp1.992,98 triliun, ekuitas Rp317,09 triliun, serta kapitalisasi pasar Rp561,16 triliun.
Prestasi ini sekaligus melengkapi pengakuan internasional.
Dalam daftar Fortune Southeast Asia 500 tahun 2025, BRI dinobatkan sebagai bank asal Indonesia dengan peringkat tertinggi.
BRI juga menempati posisi keempat di sektor finansial se-Asia Tenggara dan berada di peringkat ke-14 secara keseluruhan dari 500 perusahaan terbesar di kawasan berdasarkan pendapatan.
Baca Juga: ESG Risk Rating ASEAN: Bank Mandiri Kokoh di Puncak dengan Skor 9,8