Kabar BUMN - Bagi sebagian besar pelancong dari negeri tetangga, perjalanan ke Bandung kini punya cerita baru, mencoba kereta cepat Whoosh.
Moda transportasi ini bukan sekadar alat berpindah tempat, tapi sudah jadi bagian dari pengalaman wisata itu sendiri.
Setiap harinya, ratusan wisatawan Malaysia terlihat memadati kursi penumpang.
Baca Juga: Bersama BNN Jakarta Utara, PTP Nonpetikemas Pastikan Zona Kerja Bebas Narkoba
Data KCIC mencatat sejak akhir Agustus 2025 rata-rata 750 orang Malaysia naik Whoosh setiap hari, terutama saat musim libur panjang.
Hingga kini, total sudah lebih dari 528 ribu wisatawan asing menggunakan Whoosh, dan hampir separuhnya berasal dari Malaysia.
Salah satunya adalah Azam, yang berlibur ke Bandung bersama keluarga. Ia mengaku tertarik setelah sering melihat konten Whoosh berseliweran di media sosial.
Baca Juga: PTPN IV PalmCo dan BRIN Perkuat Sinergi Kembangkan Energi Terbarukan dari Limbah Sawit
“Saya memang impressed lah, sebab sangat laju. Speed sampai 350 km/jam, jadi perjalanan dari Jakarta ke Bandung ambil waktu kurang dari 30 menit.
"Tempat duduk selesa (nyaman), layanan bagus, dan pengalaman perjalanan sangat nyaman,” ujarnya.
Hal senada datang dari R. Sivaraja, wisatawan Malaysia lainnya. Ia menilai ketepatan waktu Whoosh menjadi daya tarik tersendiri.
Baca Juga: ESG Index Awards 2025: Pertamina Diakui Atas Kontribusi Lingkungan Berkelanjutan
“Servis Whoosh sangat bagus dan on time. Itu yang saya sangat suka. Kalau bisa maintain standard seperti ini, Whoosh pasti jadi kebanggaan,” katanya.
Bandung sendiri ia pilih karena udara sejuk dan panorama alamnya yang memikat.