Kabar BUMN - PT Pupuk Indonesia (Persero) mengajak seluruh petani yang sudah terdaftar dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) untuk segera menebus pupuk bersubsidi di kios atau pengecer resmi di wilayah masing-masing.
Ajakan ini juga berlaku bagi petani di kawasan Indonesia Timur, di mana ketersediaan pupuk subsidi dan nonsubsidi tercatat mencapai 246.919 ton per 31 Agustus 2025.
GM Regional 4 Pupuk Indonesia, Wisnu Ramadhani, menegaskan mekanisme penebusan pupuk bersubsidi sangat mudah.
Baca Juga: Fortune Indonesia 100 Gala 2025 Menobatkan KAI sebagai Pilar Transportasi Nasional
Petani cukup datang ke kios/pengecer dengan membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) serta uang tunai sesuai jumlah alokasi yang akan ditebus.
“Sebagai BUMN, kami ingin memastikan bahwa ketersediaan pupuk bersubsidi di Indonesia Timur tetap ada sesuai dengan alokasi yang ditetapkan Pemerintah sehingga ketersediaannya dapat memenuhi kebutuhan pupuk petani.
"Kami mencatat stok pupuk subsidi tercatat 233.599 ton dan pupuk nonsubsidi 13.320 ton per tanggal 31 Agustus 2025,” jelas Wisnu.
Baca Juga: Cara Jamkrindo Dorong Ketahanan Pangan Nasional, Jamin Sektor Pertanian Rp35,78 Triliun
Rincian Stok Pupuk Subsidi
Jumlah pupuk subsidi yang mencapai 233.599 ton terdiri dari:
- Urea: 100.588 ton
- NPK: 119.682 ton
- NPK Formula Khusus: 8.404 ton
- Organik: 4.925 ton
Seluruh stok tersebut tersebar di 14 provinsi di Indonesia Timur.
Misalnya di Maluku dan Maluku Utara, stok pupuk subsidi mencapai 3.995 ton, terdiri dari 1.868 ton urea dan 2.127 ton NPK.
Baca Juga: Restoran Selebriti Hollywood Terfavorit di Amerika
Sesuai Aturan Permentan