Keduanya dikatakan sebagai state of art PAL Indonesia. Keseluruhan rancang bangun kapal perang dan integrasi senjata dilakukan dalam satu kontrak. Ini merupakan salah satu nilai tambah bagi PAL Indonesia, sekaligus bukti akan kemampuan kapabilitas produksi.
Baca Juga: InJourney Bersama Sarinah dan HIN Selenggarakan Pelatihan, Pelaku Pariwisata di Labuan Bajo Antusias
Didukung dengan kemampuan penguasaan teknologi bagi SDM PAL Indonesia khususnya terkait dengan network centric warfare.
Setelah tahap ini, KRI Kapak-625 dan KRI Panah-626 dinyatakan telah siap bertugas khususnya dalam memperkuat dan mempertahankan kedaulatan maritim Indonesia di wilayah Koarmada III.***