Kabar BUMN - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) melakukan rebranding dari “Biomassa” menjadi “Bioenergi”.
Perubahan ini menandai pergeseran paradigma yang menegaskan peran PLN EPI sebagai penjaga rantai pasok bioenergi nasional sekaligus pionir transisi energi menuju target Net Zero Emission 2060.
Direktur Utama PLN EPI Rakhmad Dewanto menekankan, perubahan ini lahir dari kebutuhan memperluas cakupan kerja, dari sekedar pemanfaatan limbah biomassa menjadi ekosistem energi hijau yang terintegrasi.
Baca Juga: HAPUA Council Meeting ke-41 di Labuan Bajo Tegaskan Komitmen ASEAN dalam Transisi Energi Bersih
Rakhmad mengungkapkan, rebranding dari biomassa ke bioenergi cukup strategis. Biomassa selama ini dikonotasikan dengan limbah dan deforestasi.
“Dengan nama baru, kita ingin menegaskan bahwa cita-cita kita bukan hanya mengumpulkan limbah dan membakarnya, tetapi mengeksplorasi potensi bioenergi yang jauh lebih luas seperti biogas, hidrogen hijau, hingga kemitraan dengan desa dan industri,” ujar Rakhmad,
PLN EPI menargetkan pengembangan ekosistem pasokan bioenergi yang sustainable. Data roadmap menunjukkan, pada 2030 PLN EPI berkomitmen memasok hingga 10 juta ton biomassa, 2.957 BBTU biogas, serta mendorong dedieselisasi 16,2 MW di berbagai daerah.
Baca Juga: Krakatau Steel dan KKP Perkuat Sinergi untuk Kedaulatan Maritim Nasional
Total kontribusi reduksi emisi diproyeksikan mencapai 12–14 juta ton CO₂eq, setara 3–4% target ENDC sektor ketenagalistrikan 2030.
Direktur Biomassa PLN EPI Hokkop Situngkir menambahkan, semangat baru ini muncul dari evaluasi capaian Biomassa PLN EPI selama tiga tahun terakhir.
Ia mencontohkan, pasar bioenergi terbuka luas seperti pelet kayu yang di Indonesia dipakai untuk cofiring pembangkit, di luar negeri justru digunakan untuk pemanas rumah tangga dan industri kuliner.
Selain itu, konsep biogas dan waste-to-energy berbasis kemitraan dengan koperasi dan perkebunan dinilai dapat menjadi jawaban atas kebutuhan listrik desa dan pengurangan emisi.
“Untuk melangkah lebih jauh, kita butuh rebranding agar semangat baru tumbuh,” kata Hokkop.