Beberapa kegiatan unggulan di antaranya edukasi keselamatan lalu lintas bagi siswa SD dan SMP bersama Korlantas Polri, sosialisasi Pajak Kendaraan Bermotor serta pengenalan peran Jasa Raharja, pelatihan P3K bagi pemuda dan tokoh masyarakat, serta pendampingan UMKM dan Pokdarwis dalam hal branding, pengemasan produk, dan promosi digital.
Baca Juga: Buruan Lamar! PT Mitra Utama Madani Buka Loker Sales Merchandiser Hingga 17 Oktober 2025
Tak hanya itu, kegiatan lingkungan juga menjadi perhatian utama melalui aksi penanaman pohon jeruk, pengecatan zebra cross, pemasangan rambu keselamatan, hingga bersih-bersih kawasan wisata dan sekolah.
Para relawan juga mengadakan Focus Group Discussion (FGD) bersama Pokdarwis Bonjeruk untuk merancang konsep wisata edukatif berkelanjutan yang menekankan nilai keselamatan dan pelestarian alam.
Dewi menambahkan, “Kami percaya bahwa melalui interaksi langsung di tengah masyarakat, insan Jasa Raharja dapat memahami kebutuhan nyata di lapangan sekaligus menumbuhkan empati dalam pelayanan publik."
Baca Juga: Tips Packing untuk Liburan ke Luar Negeri Agar Tidak Kelebihan Muatan
"Harapannya, kegiatan ini menjadi langkah kecil yang berdampak besar bagi terciptanya budaya keselamatan dan kesejahteraan masyarakat.”
Desa Bonjeruk sendiri dikenal sebagai Desa Pelestari Kuliner yang memiliki potensi wisata berbasis budaya dan edukasi.
Dengan jumlah penduduk lebih dari 10 ribu jiwa di 14 dusun, desa ini menjadi simbol keberhasilan masyarakat dalam menjaga tradisi sekaligus berinovasi dalam pariwisata modern.
Melalui program BETA Jasa Raharja, diharapkan tercipta sinergi kuat antara keselamatan, kemandirian, dan kemajuan desa-desa di wilayah rawan kecelakaan. ***