trending

KAI Services Kurangi 6 Ton Sampah Plastik dengan Alat Makan Kayu di Kereta Api

Rabu, 22 Oktober 2025 | 07:30 WIB
6 ton sampah plastik berkurang, satu langkah nyata dari KAI Services menuju transportasi berkelanjutan.

Kabar BUMN - KAI Services terus memperkuat komitmennya terhadap prinsip keberlanjutan dengan langkah nyata di sektor layanan kuliner kereta.

Sebagai bagian dari gerakan ramah lingkungan, perusahaan mengganti alat makan plastik sekali pakai menjadi alat makan berbahan kayu (wooden cutlery).

Sepanjang Januari hingga September 2025, tercatat 1.949.125 unit alat makan plastik berhasil digantikan dengan bahan kayu.

Baca Juga: Inovasi dan Teknologi Infrastruktur WIKA Raih Penghargaan Internasional di Amsterdam

Melalui langkah tersebut, KAI Services mampu mengurangi sekitar 5.847 kilogram atau hampir enam ton sampah plastik dari perjalanan kereta di seluruh Indonesia.

Direktur Utama KAI Services, Ririn Widi Astutik, menegaskan bahwa langkah ini bukan sekadar inovasi layanan, melainkan bagian dari transformasi menuju operasional yang lebih berkelanjutan.

“Kami percaya bahwa keberlanjutan tidak hanya berbicara soal bisnis, tetapi juga tentang tanggung jawab sosial dan lingkungan.

Baca Juga: 5 Negara di ASEAN untuk Liburan Hemat Budget, Terkenal Murah dan Indah

"Penggunaan wooden cutlery merupakan langkah nyata kami dalam mendukung gerakan pengurangan plastik sekali pakai, sejalan dengan semangat KAI Group untuk menghadirkan perjalanan kereta api yang lebih hijau,” ujar Ririn.

Wooden cutlery memiliki banyak keunggulan.

Selain ramah lingkungan dan mudah terurai secara alami, bahan kayu juga lebih aman serta bebas bahan kimia berbahaya yang kerap ditemukan pada plastik.

Baca Juga: Kini Lebih Cepat! Damri Hadirkan Rute Langsung Pontianak–Palangkaraya Tanpa Transit

Inovasi ini turut membantu mengurangi ketergantungan terhadap plastik sekali pakai dan menjadi langkah kecil yang berdampak besar bagi kelestarian sumber daya alam.

Sementara itu, Manager Corporate Communication KAI Services, Nyoman Suardhita, menjelaskan bahwa inisiatif ini juga bertujuan untuk mengedukasi pelanggan tentang pentingnya gaya hidup ramah lingkungan.

Halaman:

Tags

Terkini