Sementara 53 SDM di bidang EMU Maintenance akan fokus pada inspeksi dan perawatan armada.
Baca Juga: Terminal Tanjung Sekong, Andalan Pertamina yang Topang 40% Kebutuhan LPG Nasional
Di sisi lain, 347 SDM bidang Fixed Assets akan menangani perawatan jembatan, rel, sistem kelistrikan, komunikasi, hingga peralatan berat.
Melalui tahapan pelatihan intensif mulai dari HSR Training, On the Job Training (OJT), hingga sertifikasi dari Kementerian Perhubungan, SDM Indonesia kini menguasai sistem dan teknologi kereta cepat secara menyeluruh.
Lebih dari sekadar pencapaian teknis, program ini menjadi fondasi penting bagi kemandirian Indonesia di bidang transportasi berkecepatan tinggi.
“Kolaborasi Indonesia dan China melalui KCIC tidak hanya sebatas transfer teknologi, tetapi juga transfer kemampuan dan pengetahuan.
"Ke depan, SDM Indonesia yang telah mendapatkan pengalaman ini akan menjadi mentor dan pelatih bagi generasi penerus di bidang perkeretaapian cepat,” tutup Eva.***