Sepanjang Januari–September 2025, tercatat 1.394.802 pelanggan naik dari stasiun ini, meningkat 7,1% dibandingkan periode yang sama tahun 2024 (1.301.576 pelanggan).
Baca Juga: Ragam Kuliner Palembang yang Memanfaatkan Daging Ikan Air Tawar atau Ikan Sungai
Sementara pelanggan turun juga naik 4,7%, dari 1.211.688 menjadi 1.268.580 pelanggan.
Capaian tersebut mempertegas peran Tawang sebagai salah satu simpul mobilitas utama di wilayah Daop 4 Semarang.
Vice President Public Relations KAI Anne Purba mengatakan, peningkatan jumlah pelanggan menjadi sinyal positif terhadap pengembangan kawasan.
“Stasiun Semarang Tawang berfungsi sebagai infrastruktur transportasi juga magnet aktivitas ekonomi, wisata sejarah dan budaya.
"Semakin banyak masyarakat yang melihat stasiun ini sebagai bagian dari pengalaman perjalanan yang bernilai,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Duta Besar Inggris berdialog dengan Indarto Pamoengkas dan sejumlah pemangku kepentingan di bidang transportasi, tata kota, serta pelestarian cagar budaya.
Baca Juga: Besok! Tiket DAMRI Diskon 20% untuk Seluruh Rute AKAP, Simak Promonya
Diskusi tersebut membahas langkah-langkah kolaboratif untuk memperkuat tata kelola kawasan bersejarah agar tetap adaptif terhadap tantangan perubahan iklim dan kebutuhan masyarakat perkotaan modern.
Kawasan heritage Tawang–Kota Lama kini semakin dikenal sebagai destinasi wisata sejarah yang terintegrasi dengan layanan transportasi kereta api.
Keberadaannya memperkuat citra Kota Semarang sebagai daerah yang mampu menjaga warisan sejarah sambil beradaptasi dengan kemajuan transportasi modern.
Baca Juga: Penting untuk Kemandiriannya, Sebelum Traveling, Ajarkan Anak Mengepak Baju dan Keperluannya Sendiri
“KAI berkomitmen untuk terus mengembangkan kawasan Stasiun Semarang Tawang dengan pendekatan berkelanjutan, melibatkan masyarakat, serta menjaga keaslian sejarah yang menjadi identitas kota,” tutup Anne.***