PLN dan KAI Kolaborasi Elektrifikasi Jalur Kereta di Indonesia

Photo Author
Novia, Kabar BUMN
- Rabu, 22 Oktober 2025 | 09:30 WIB
Menteri Perhubungan Republik Indonesia Dudy Purwagandhi menyampaikan sambutannya dalam agenda Penandatanganan Nota Kesepahaman Tentang Rencana Kerja Elektrifikasi Jalur Kereta Api di Jakarta (20/10).
Menteri Perhubungan Republik Indonesia Dudy Purwagandhi menyampaikan sambutannya dalam agenda Penandatanganan Nota Kesepahaman Tentang Rencana Kerja Elektrifikasi Jalur Kereta Api di Jakarta (20/10).

Kabar BUMN - PT PLN (Persero) semakin menunjukkan perannya dalam mendorong penggunaan energi bersih di sektor transportasi sekaligus efisiensi energi di Indonesia.

Kali ini, PLN menggandeng PT Kereta Api Indonesia (Persero) untuk mempercepat penerapan sistem transportasi publik rendah emisi melalui kerja sama elektrifikasi jalur kereta api.

Kolaborasi tersebut resmi dimulai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, dan Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin.

Baca Juga: Dari Pontianak ke Palangkaraya, Damri Hadirkan Rute Panjang dengan Kenyamanan Executive

Acara ini turut disaksikan oleh Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Dudy Purwagandhi, di Jakarta Railway Center pada Senin (20/10).

Lewat nota kesepahaman ini, PLN dan KAI akan membentuk tim kerja bersama untuk menggarap kajian teknis, finansial, dan operasional.

Fokus awalnya adalah pemetaan jalur prioritas yang berpotensi untuk elektrifikasi di berbagai wilayah Indonesia.

Baca Juga: Naik 28,42 Persen, IPCC Bukukan Laba Bersih Rp190 Miliar di Kuartal III-2025

Menteri Perhubungan RI, Dudy Purwagandhi mengapresiasi inisiatif kedua Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang selaras dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, terutama dalam mewujudkan ketahanan energi nasional dan transportasi publik rendah karbon.

Melalui elektrifikasi ini, tentunya akan menciptakan sistem transportasi publik yang semakin modern, aman, dan ramah lingkungan.

“Apa yang kita lakukan salah satunya adalah mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Ke depannya kereta api sudah tidak perlu lagi menggunakan solar, bahan baku fosil sehingga ketergantungan kita akan impor bahan bakar minyak menjadi berkurang ataupun tidak sama sekali khususnya untuk kereta api," ujar Dudy.

Baca Juga: Ini Fakta Menarik Sebagian Perhiasan yang Dicuri dari Museum Louvre Paris

Dudy mengatakan, elektrifikasi jalur kereta api tidak hanya menghadirkan fasilitas transportasi massal berbasis energi rendah karbon, tetapi juga mendukung efisiensi negara melalui pengurangan impor bahan bakar fosil.

Dirinya berharap nota kesepahaman antara kedua pihak ini dilanjutkan dalam bentuk kerja sama untuk membangun elektrifikasi jalur kereta api di seluruh Indonesia.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Novia

Tags

Artikel Terkait

Terkini