Tak hanya itu, kawasan ini juga merupakan lumbung pangan yang subur, menghasilkan padi, jagung, kacang tanah, dan ubi-ubian.
Baca Juga: Peluang Karier BUMN untuk Mahasiswa, PT PG Candi Baru Buka Posisi Magang, Cek Kualifikasinya
Potensi tersebut menegaskan bahwa Samosir tidak hanya menjadi destinasi wisata unggulan, tetapi juga kawasan dengan ketahanan pangan yang kuat.
Corporate Secretary ASDP Shelvy Arifin menyoroti keunikan Pulau Samosir yang terletak pada perpaduan harmonis antara alam, budaya, dan kehidupan masyarakat.
“Harmoni antara kekayaan alam, hasil bumi, dan budaya yang khas menjadikan Samosir sebagai destinasi wisata yang istimewa.
Baca Juga: BULOG Gerak Cepat Serap Gabah Petani, Jaga Stabilitas Harga dan Ketahanan Pangan Nasional
"Melalui lintasan Ajibata–Ambarita, ASDP berperan penting menghubungkan wisatawan dengan keindahan tersebut, sekaligus memperkuat konektivitas di kawasan Danau Toba,” jelas Shelvy.
Selain pesona alam, wisatawan juga dapat menikmati atraksi budaya khas Batak seperti tarian tor-tor, rumah adat tradisional, hingga berbagai upacara adat yang selalu menarik perhatian pengunjung lokal maupun mancanegara.
Semua ini memperkuat posisi Samosir sebagai salah satu destinasi unggulan pariwisata Indonesia.
Baca Juga: Jangan Sepelekan Paspor, Sahabat Setia Setiap Perjalanan
Rute Strategis Layani Ratusan Ribu Wisatawan
Hingga September 2025, lintasan Ajibata–Ambarita telah melayani 481.076 penumpang dan 111.751 kendaraan.
Dari total tersebut, kendaraan roda empat mendominasi dengan 78.393 unit, disusul kendaraan roda dua sebanyak 24.704 unit.
Baca Juga: Bakamla RI dan PT Pindad Perkuat Sinergi untuk Pengembangan Alutsista Laut Nasional
Angka ini menunjukkan betapa pentingnya lintasan ini sebagai tulang punggung utama mobilitas wisatawan dan distribusi logistik antarwilayah di kawasan Danau Toba.