Kabar BUMN - PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) mencatatkan total kargo konsolidasi sebanyak 874.597 unit di kuartal III - 2025, naik 14,9 persen secara tahunan atau year-on-year (YoY).
Pertumbuhan kinerja operasional ditopang peningkatan signifikan trafik kargo truk/bus yang paling besar secara total yaitu 45,4% YoY atau naik 53.989 unit.
Begitu pula kinerja CBU (Completely Built Up) dan alat berat yang turut mencatat tren positif. Terjadi peningkatan aktivitas logistik yang didorong lonjakan ekspor dan impor CBU, terutama dari jenis Battery Electric Vehicle (BEV), Hybrid Electric Vehicle (HEV), dan Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV).
Sepanjang Januari sampai September 2025, IPCC mencatat penanganan 57.035 unit kendaraan listrik, mayoritas dari merek asal Asia seperti BYD, VinFast, Geely, AION, dan lainnya.
Sementara itu, data Gaikindo menunjukkan produksi mobil nasional mencapai 97.913 unit pada September 2025, dengan total kumulatif 854.952 unit hingga kuartal ketiga.
Tren positif ini menggambarkan geliat industri otomotif yang sejalan dengan pertumbuhan aktivitas logistik kendaraan di pelabuhan.
Baca Juga: Pindad dan BRIN Resmikan Kolaborasi Inovasi Teknologi Demi Kemandirian Nasional
Direktur Operasi dan Teknik IPCC Bagus Dwipoyono menjelaskan, sinergi antara peningkatan produksi otomotif nasional dan layanan terminal kendaraan yang andal menjadikan IPCC terus memperkuat perannya sebagai Integrated Auto Solutions.
Kinerja kargo kendaraan berstatus CBU (Completely Build Up) yang dihimpun dari data IPCC melaporkan, hingga triwulan ketiga 2025 mencapai 677.596 unit, naik 8,69 persen YoY atau 54.148 unit lebih banyak dibanding tahun sebelumnya.
Pertumbuhan ini ditopang oleh peningkatan ekspor kendaraan dari sentra manufaktur nasional dan meningkatnya impor kendaraan listrik.
Baca Juga: BSI Catat Laba Rp5,57 Triliun di Tahun Pertama Pemerintahan Prabowo
Untuk segmen truk dan bus, IPCC menangani 172.783 unit, tumbuh pesat 45,4 persen YoY.
Pertumbuhan ini sebagian besar disumbang oleh truk sektor pertambangan dan bus listrik yang ramah lingkungan, sejalan dengan program pemerintah menuju Net Zero Emission (NZE) dan inisiatif Green Port IPCC.