Melalui dukungan pembinaan dari BNI, Ida mendapat pelatihan komprehensif mencakup branding, packaging, digital marketing, serta kesempatan tampil dalam berbagai pameran lokal dan nasional.
“Dari pelatihan dan dukungan BNI, kami belajar banyak tentang strategi penjualan dan pengembangan produk.
"Sekarang penjualan kami meningkat signifikan,” tuturnya.
Kini, Awicho telah memiliki lima karyawan tetap dan memproduksi beragam olahan berbasis cokelat dan tempe, seperti cokelat tempe, brownies kering tempe, serta keripik tempe cokelat dengan harga berkisar antara Rp5.000 hingga Rp25.000 per kemasan.
Baca Juga: Badak LNG Gelar Sosialisasi Antikorupsi, Perkuat Budaya Integritas dalam Peringati Hakordia 2025
Tak hanya mengembangkan usaha, Ida juga memberdayakan ibu rumah tangga di sekitar tempat tinggalnya untuk turut terlibat dalam proses produksi, agar mereka memiliki penghasilan tambahan dan kemandirian ekonomi.
“Sebagian besar dari mereka adalah tulang punggung keluarga.
"Saya ingin mereka juga bisa mandiri dan punya penghasilan sendiri,” tambahnya.
Meskipun sempat terdampak pandemi Covid-19 dengan omzet menurun hingga hanya Rp2–3 juta per bulan, Ida berhasil bangkit berkat semangat pantang menyerah dan dukungan berkelanjutan dari BNI.
Kini, omzet Awicho stabil di kisaran Rp25–30 juta per bulan, bahkan melonjak hingga Rp210 juta saat musim Lebaran.
Kisah sukses Awicho menjadi bukti bahwa semangat kepahlawanan juga hidup dalam dunia usaha.
Baca Juga: Cetak Emas dari Rumah! Simak Cara Ambil Fisik Tabungan Emas Lewat Aplikasi Tring! by Pegadaian
Melalui kolaborasi dan pendampingan yang berkesinambungan, BNI terus berupaya melahirkan pahlawan-pahlawan ekonomi baru yang mampu membangun kemandirian dan kesejahteraan masyarakat dari akar rumput.