Muhammad Awaluddin mengatakan AP II telah memiliki peta jalan pemanfaatan EBT hingga 2028.
Baca Juga: Corporate Secretary Baru Angkasa Pura I
“Pada 2021-2028, di 20 bandara AP II akan terdapat Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas total 26 Megawatt-Peak (MWp),” ujar Muhammad Awaluddin.
Saat ini, sudah ada tiga bandara yang menggunakan PLTS, yaitu Bandara Soekarno-Hatta di gedung Airport Operation Control Center (241 kWp) dan di Terminal 2 (1,50 MWp); Terminal Kargo dan gedung administrasi Bandara Kualanamu (0,76 MWp); dan gedung Airport Rescue & Fire Fighting Bandara Banyuwangi (0,03 MWp).
“Pada 2023, PLTS akan dipasang di empat bandara lainnya, yakni Bandara Minangkabau (Padang), Sultan Mahmud Badaruddin II (Palembang), Supadio (Pontianak), dan Sultan Iskandar Muda (Aceh).
"Tahun ini juga ada penambahan kapasitas PLTS di 2 bandara, yaitu Bandara Soekarno-Hatta dan Kualanamu.
"Total PLTS yang dipasang di bandara AP II pada tahun ini berkapasitas 3,9 MWp,” ungkap Muhammad Awaluddin.
Sebagai bandara terbesar di Indonesia, Bandara Soekarno-Hatta didorong AP II untuk melakukan efisiensi dan dekarbonisasi yang didukung oleh teknologi informasi.
“Bandara Soekarno-Hatta memiliki Energy Monitoring System untuk memantau penggunaan listrik di Terminal 1, Terminal 2, Terminal 3, Terminal Kargo, kemudian di area perkantoran dan penggunaan listrik di non-terminal.
"Melalui Energy Monitorin System, AP II bisa mendorong efisiensi penggunaan listrik,” ujar Muhammad Awaluddin.
Baca Juga: Angkasa Pura I Catat Tiga Bandara Tempati Peringkat Penerbangan Tertinggi
Selain itu, AP II juga telah mendorong penggunaan kendaraan listrik di kawasan Bandara Soekarno-Hatta.
Fasilitas pendukung seperti Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) juga disediakan.
Armada taksi yang dioperasikan oleh Blue Bird dan Grab di Bandara Soekarno-Hatta pun saat ini telah menggunakan kendaraan listrik.
Lebih lanjut, Muhammad Awaluddin mengatakan AP II akan menggunakan kendaraan listrik sebagai kendaraan operasional di bandara-bandara yang dikelola perseroan.