Kabar BUMN - Tanggung jawab sosial kini menjadi bagian penting dalam perjalanan lembaga keuangan syariah di Indonesia.
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) terus menegaskan langkahnya untuk menghadirkan dampak yang tidak hanya dirasakan secara finansial, tetapi juga sosial.
Komitmen ini diwujudkan melalui optimalisasi program ZISWAF yang menjangkau ratusan ribu masyarakat di berbagai sektor.
Baca Juga: 5 Surga Bahari di Indonesia untuk Menikmati Libur Nataru Ala Tropis
Pilar Pembangunan yang Berkelanjutan
BSI menempatkan konsep keberlanjutan sebagai fondasi untuk memperkuat posisi sebagai bank syariah terbesar di Indonesia.
Pendekatan ini meliputi tiga pilar utama, yaitu sustainable banking, sustainable operation, dan sustainable beyond banking.
Ketiganya dirancang untuk memastikan operasional bank tidak hanya kuat dari sisi bisnis, tetapi juga memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
Baca Juga: KAI Genjot Integrasi Logistik Nasional, Sejalan dengan Arah Kebijakan Pemerintah
Kontribusi Nyata Lewat Penyaluran ZISWAF
Melalui kerja sama dengan BSI Maslahat, bank ini telah mendistribusikan dana ZISWAF hingga mencapai lebih dari Rp159 miliar sepanjang Januari–September 2025.
Penyaluran tersebut menjangkau lebih dari 300.000 penerima manfaat dari berbagai bidang, seperti ekonomi, pendidikan, kemanusiaan, kesehatan, hingga literasi dan advokasi.
Program unggulannya meliputi Desa BSI, beasiswa pendidikan, serta bantuan sosial dan lingkungan.
Baca Juga: BNI Raih Dua Penghargaan di Ajang ICXA 2025, Transformasi Layanan Diakui Dunia
Keunikan Sistem Syariah
Sebagai bank berbasis prinsip syariah, besarnya zakat yang disalurkan BSI turut meningkat seiring pertumbuhan laba perusahaan.
Model ini dianggap sebagai kekuatan khas yang membedakan bank syariah dari industri perbankan konvensional, karena menjadi jembatan bagi kesejahteraan masyarakat.
Dampaknya bukan hanya dalam sektor keuangan, tetapi juga dalam pengembangan ekonomi umat.