BSI Catat Laba Rp5,57 Triliun di Tahun Pertama Pemerintahan Prabowo

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Minggu, 2 November 2025 | 12:30 WIB
BSI catat laba Rp5,57 triliun di Triwulan III 2025 dengan pertumbuhan emas dan haji sebagai penggerak utama, didukung digitalisasi dan kebijakan ekonomi pemerintah. (Dok. BSI)
BSI catat laba Rp5,57 triliun di Triwulan III 2025 dengan pertumbuhan emas dan haji sebagai penggerak utama, didukung digitalisasi dan kebijakan ekonomi pemerintah. (Dok. BSI)

Kabar BUMN — PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menunjukkan kinerja luar biasa pada Triwulan III 2025.

Pertumbuhan keuangan bank syariah terbesar di Indonesia ini mencatatkan hasil dobel digit di atas rata-rata industri dengan kualitas yang sehat.

Keberhasilan tersebut terutama ditopang oleh bisnis emas dan haji yang menjadi mesin utama penggerak kinerja BSI, sehingga laba bersih mencapai Rp5,57 triliun hingga kuartal ketiga tahun ini.

Baca Juga: Pertamina dan KLHK Hijaukan Hulu Sungai Bekasi, Wujudkan Lingkungan Lestari dan Warga Sejahtera

Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, menyampaikan apresiasinya terhadap dukungan pemerintah.

Ia mengatakan, terima kasih atas dukungan Pemerintahan Prabowo dalam mendorong pertumbuhan ekonomi syariah melalui pendirian Bank Emas pada 26 Februari 2025 lalu.

Menurutnya, solidnya kinerja BSI tidak terlepas dari kebijakan ekonomi pemerintah dan program stimulus yang memperkuat peran bank syariah dalam ekonomi nasional.

Baca Juga: Emotional Intelligence: Apa Itu dan Mengapa jadi Kunci Utama dalam Karier dan Asmara

Turunnya BI Rate serta penempatan dana SAL juga berkontribusi pada kondisi likuiditas yang lebih sehat di industri perbankan.

BSI menerima penempatan dana SAL sebesar Rp10 triliun yang telah terserap seluruhnya. Penyerapan ini membantu peningkatan Dana Pihak Ketiga (DPK) menjadi Rp348,38 triliun atau naik 15,66% (YoY).

Mayoritas DPK berada di kategori dana murah (CASA) sebesar 59,42%, dengan komposisi tabungan Rp146,36 triliun, giro Rp60,64 triliun, dan deposito Rp141,38 triliun.

Baca Juga: PT Timah Tbk Salurkan Dukungan untuk Sekolah dan Siswa Kreatif di Bangka Barat

Dengan pertumbuhan tersebut, total aset BSI naik 12,37% menjadi Rp416 triliun. Tahun ini, BSI berfokus pada peningkatan dana murah lewat Tabungan Haji dan Tabungan Bisnis yang masing-masing tumbuh 19% dan 55%.

Dari sisi pembiayaan, BSI menyalurkan Rp300,85 triliun atau naik 12,65% dibanding tahun sebelumnya.

Sebagian besar disumbang oleh segmen ritel, UMKM, dan konsumer, terutama dari produk emas sebesar Rp217,86 triliun. Bisnis emas sendiri tumbuh pesat 72,82% (YoY) menjadi Rp18,76 triliun, terdiri atas Cicil Emas Rp10,32 triliun dan Gadai Emas Rp8,44 triliun.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini