trending

Tingkatkan Kualitas Pariwisata Indonesia Dengan Memberikan Pelayanan Prima hingga Gali Potensi Daerah Sekitar

Rabu, 24 Mei 2023 | 14:00 WIB
Ilustrasi Candi Borobudur, salah satu destinasi tempat wisata di Indonesia ( Charl Durand/Pexels)

Kabar BUMN - Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf/Baparekraf Martini Mohamad Paham mengatakan bahwa kualitas pariwisata bisa meningkat dengan memberikan layanan yang prima.

Martini juga menjelaskan jika wisata tidak hanya untuk meningkatkan kunjungan tapi juga kualitas kunjungannya.

Oleh karena itu penting untuk desa wisata mengenali dan mengembangkan potensi wisata yang ada di daerahnya.

Baca Juga: Kebiasan-kebiasaan Kecil yang Jika Dilakukan Akan Menimbulkan Percik Kebahagiaan

"Penting sekali untuk warga di sekitar Desa Wisata untuk mampu mengenali, mengembangkan, dan memasarkan potensi di daerahnya. Tidak hanya berhenti sampai disitu, pelaku wisata juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas kunjungan dengan memperhatikan kebersihan dan kenyamanan selama kunjungan," kata Martini seperti dikutip Kabar BUMN dari Antara pada Rabu, 24 Mei 2023.

Menurut Martini ada beberapa cara yang dapat meningkatkan kualitas pariwisata yakni dengan memberi pelayanan prima sesuai dengan nilai Sapta Pesona (aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah dan kenangan).

"Memberikan pelayanan prima serta penerapan protokol CHSE (Cleanliness, Healthy, Safety dan Environmental Sustainability)," tambahnya.

Mengatakan hal yang sama, Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Madya, mewakili Direktorat Pengembangan SDM Pariwisata sebagai pelaksana kegiatan, Glori Hastanto mengungkapkan dengan mengembangkan wisata warga bisa mendapat keuntungan ekonomi.

Baca Juga: Dukung Operasi KCJB pada Agustus 2023, PLN Siapkan Infrastruktur Kelistrikan

"Jika kita bisa memaksimalkan potensi desa dan membuat turis mau datang maka nantinya kita bisa mendapatkan uang. Orang yang datang berwisata akan memberikan dampak positif bagi warga dari sisi ekonomi," kata dia.

Potensi pariwisata dapat dikembangkan dari berbagai aspek mulai dari wisata alam, agrowisata, atraksi budaya dan pengembangan berbagai produk ekonomi kreatif berupa kerajinan, cindera mata hingga kuliner lokal.

Sosialisasi Sadar Wisata 5.0 menjadi tahap awal rangkaian Program Kampanye Sadar Wisata yang telah berlangsung di 65 Desa Wisata sejak tahun 2022 lalu di 6 Destinasi Pioritas Pariwisata (DPP) dan dilanjutkan dengan 90 Desa Wisata pada tahun 2023 yang berfokus pada manusia (people centered tourism) untuk mengembangkan dan memperkuat ekosistem pariwisata dengan dukungan penuh Bank Dunia.

Pada kesempatan ini, Slamet Achmad Husein, Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga, Kabupaten Magelang mengajak peserta untuk turut membangun kembali berbagai potensi yang ada setelah tertidur selama pandemi.

Baca Juga: Streching Sederhana di Tempat Tidur, Bebas Pegal-Pegal Seharian

Halaman:

Tags

Terkini