Dari Tower Related Bisnis tersebut, Mitratel mencatat pendapatan sebesar 6% pada kuartal pertama 2023.
Sementara jaringan serat optik berkontribusi sebesar 2%.
Hingga kini, Mitratel telah sukses mengakselerasi kepemilikan jaringan fiber hingga 26 ribu Km sebagai hasil ekspansi organik maupun anorganik.
Power To The Tower dan Edge Infra Solution merupakan inisiatif bisnis baru yang sedang disiapkan sebagai mesin pertumbuhan baru perusahaan.
Komersialisasi layanan diakselerasi agar selaras dengan program pengembangan layanan jaringan seluler dari MNO.
“Seluruh portofolio kami ini memperkuat kapasitas Mitratel untuk menyediakan infrastruktur digital yang handal dan teruji dalam membeli layanan terbaik (service excellence) seluler kepada pelanggan kami yaitu para operator,” tutur Teddy.
Baca Juga: Leap-Telkom Digital Konsisten Dukung Pengembangan UMKM Indonesia Melalui PaDi UMKM
Model bisnis Power to The Tower ini merupakan penyediaan sumber energi baik di site-site on grid (terkoneksi dengan sumber energi utama) maupun off grid (jaringan yang tidak terhubung ke listrik PLN).
Ketersediaan infrastruktur digital memberi dampak positif untuk mempercepat transformasi masyarakat digital yang secara tak langsung turut mempengaruhi pertumbuhan ekonomi.
“Dalam hal ini Mitratrel akan berupaya untuk selalu memberikan kontribusi maksimal untuk pengembangan transformasi digital di Indonesia,” tutup Teddy.