Kabar BUMN - Konektivitas jalur nasional Tarutung–Sibolga di Sumatera Utara terus dipulihkan agar aktivitas masyarakat kembali berjalan normal.
Penanganan pascabencana dilakukan melalui kolaborasi Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan PT Hutama Karya (Persero), dengan fokus pada titik-titik kritis yang sempat memutus akses, termasuk kawasan Batu Lubang di STA 16+050.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan pemulihan dilakukan cepat sejak awal bencana melalui balai teknis di daerah.
Baca Juga: Awali Kegiatan TJSL 2026, PTDI Gelar Posbindu bagi Puluhan Lansia
Ia menyampaikan, BPJN dan BWS dikerahkan untuk memastikan akses transportasi antarwilayah segera pulih, tidak hanya di Sumatera Utara, tetapi juga di seluruh wilayah terdampak bencana di Indonesia.
"Di setiap bencana, kita upayakan hadir secepat mungkin,” ujarnya.
Di titik rawan Batu Lubang, penanganan dilakukan dengan dua pendekatan sekaligus, yakni menjaga akses sementara tetap berfungsi sembari menyiapkan solusi permanen.
Baca Juga: Catat Tanggalnya, Ini Deretan Pameran Seni Gratis di Jakarta Awal 2026 yang Sayang Dilewatkan
Kementerian PU telah menyusun rencana realinyemen agar jalur utama tidak lagi melewati area rawan dan meminimalkan risiko gangguan berulang.
Sementara itu, pembersihan akses di beberapa titik lain tetap dilakukan agar mobilitas warga tetap terjaga selama masa transisi.
Secara keseluruhan, penanganan darurat mencakup 103 titik di sepanjang koridor Tarutung–Sibolga, terdiri atas lokasi longsor, jalan amblas, dan jalan putus.
Baca Juga: IFG Dorong Pemulihan Lingkungan Pesisir dengan Penanaman 5.000 Mangrove di Bekasi
Untuk efektivitas pelaksanaan, pekerjaan dibagi ke dalam dua zona dengan prioritas penanganan sesuai kondisi lapangan.
Salah satu lokasi yang menjadi perhatian adalah Desa Simaninggir, di mana pemulihan akses sepanjang sekitar satu kilometer dilakukan secara bertahap dengan dukungan alat berat.