Kabar BUMN - PT Permodalan Nasional Madani (PNM) terus memperluas jangkauan layanan pemberdayaan ekonomi dengan menyasar wilayah terluar Indonesia, termasuk Maluku Utara.
Langkah ini dilakukan untuk membuka akses keuangan yang lebih inklusif bagi perempuan prasejahtera yang selama ini menghadapi keterbatasan modal dan layanan formal.
Melalui program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar), PNM berupaya mendorong usaha kecil agar dapat tumbuh lebih berkelanjutan.
Baca Juga: Masih Berjalan! Ini Cara Kumpulkan Peluang Hadiah dari Rejeki wondr BNI
Sebagai bagian dari ekspansi tersebut, PNM resmi membuka empat unit Mekaar baru yang tersebar di Morotai, Tidore, Weda, dan Sofifi.
Wilayah-wilayah ini dikenal memiliki tantangan geografis tersendiri serta akses layanan keuangan yang belum merata. Kehadiran unit Mekaar diharapkan dapat menjadi solusi nyata bagi perempuan pengusaha ultra mikro di daerah kepulauan.
Peresmian unit Mekaar tersebut disaksikan langsung oleh Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos.
Baca Juga: 3 Tempat Sarapan Menu Tradisional di Bandung yang Sudah Puluhan Tahun Berdagang
Keterlibatan pemerintah daerah menandai dukungan penuh terhadap penguatan ekonomi masyarakat subsisten, khususnya perempuan yang menjalankan usaha skala rumah tangga.
Kolaborasi ini dinilai penting untuk memastikan program pemberdayaan berjalan selaras dengan kebutuhan lokal.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Maluku Utara menyoroti persoalan utama yang kerap dihadapi pelaku usaha kecil.
Baca Juga: Bus DAMRI Karimunjawa: Tarif, Jumlah Armada, hingga Frekuensi Perjalanannya!
“Permasalahannya selalui di akses modal, bingung harus menjual produk apa, pelatihan dan pemasaran.Tugas kami di sini memastikan ibu-ibu naik kelas dan literasi keuangan bukan hanya menjadi pr PNM tetapi juga Pemprov Maluku Utara,” ungkap Sherly, Rabu (21/1).
Kehadiran PNM Mekaar di empat wilayah ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi perempuan prasejahtera untuk membangun usaha yang lebih stabil dan berkelanjutan.