Kegiatan ini sekaligus memperkuat sinergi lintas pemangku kepentingan agar pelaksanaan pembangunan selaras dengan kebutuhan konektivitas wilayah dan kelancaran distribusi logistik.
Baca Juga: PT TIMAH Perluas Konservasi Laut Lewat Pemasangan 45 Coral Garden di Bangka
Pada kunjungan tersebut turut hadir Anggota Dewan Komisi V DPR RI, di antaranya A. Bakri, Edi Purwanto, Yasti Soepredjo Mokoagow, Sriyanto Saputro, Supriyanto, Mori Hanafi, Syarief Abdullah Alkadrie, serta Fauzia Helga Tampubolon.
Turut mendampingi Direktur Jalan Bebas Hambatan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Dedy Gunawan, Direktur Human Capital dan Legal Hutama Karya Muhammad Fauzan, EVP Divisi Perencanaan Jalan Tol Iwan Hermawan, Perwakilan Pemerintah Provinsi Jambi, serta jajaran pejabat lainnya.
Di sela-sela kunjungan tersebut, Ketua Pimpinan Kunjungan, A. Bakrie mengatakan bahwa Komsi V DPR RI siap membantu agar Tol Jambi - Rengat terealisasi.
“Mudah-mudahan proses yang berjalan tidak ada halangan, kita juga sudah melihat tol yang ada di Jambi, pembebasan lahannya cukup baik, justru mendapat rekor muri sebagai pembebasan lahan tercepat, kami berharap dapat segera rampung dan rencana Pembangunan hingga ke Rengat dapat dilanjutkan,” tutur Bakrie.
Selain memperkuat konektivitas antarkawasan, proyek ini juga diharapkan memberi dampak sosial melalui dukungan pengembangan UMKM lokal di rest area serta penyediaan fasilitas penyeberangan seperti overpass dan underpass, sehingga mobilitas masyarakat sekitar tetap terjaga.
Sebagai kelanjutan koridor ini, Hutama Karya juga menyiapkan rencana pembangunan Ruas Tol Jambi–Rengat sepanjang 198,13 km (program rencana Tahap II).
Ruas lanjutan ini dinilai penting untuk memperkuat keterhubungan Jambi dengan wilayah Riau dan kawasan-kawasan produktif di sekitarnya, termasuk pusat aktivitas ekonomi seperti kawasan industri di sekitar Sungai Enok yang berkembang pada sektor kelapa sawit dan perikanan.
Penguatan konektivitas juga berpotensi membuka akses yang lebih andal menuju destinasi strategis dan bernilai sejarah maupun konservasi, seperti Kompleks Candi Muaro Jambi, Taman Nasional Kerinci Seblat, serta kawasan Taman Nasional Berbak dan Bukit Tigapuluh.
Keberlanjutan koneksi hingga Jambi–Rengat juga diperlukan untuk menekan biaya logistik dan memperlancar distribusi barang antardaerah yang selama ini masih kerap terkendala oleh keterbatasan kualitas dan kapasitas jaringan jalan eksisting.
“Melalui pengembangan JTTS yang berkelanjutan, Hutama Karya berkomitmen menghadirkan layanan infrastruktur yang semakin andal dan terkoneksi, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat serta mendukung daya saing ekonomi wilayah,” tutup Mardiansyah.***