Dari aksi bersih-bersih tersebut, BRI Peduli berhasil mengumpulkan sebanyak 931,16 kilogram sampah anorganik.
Baca Juga: Bisa Hemat sampai Rp100 Ribu, DAMRI Gelar Flash Sale Spesial Valentine via Aplikasi
Jumlah ini berkontribusi pada potensi reduksi emisi karbon dioksida (CO2) sebesar 2,19 ton, sehingga memberikan dampak positif tidak hanya bagi kebersihan pantai, tetapi juga bagi lingkungan secara lebih luas.
Lebih lanjut, Dhanny menjelaskan bahwa sebelum kegiatan di Pantai Kedonganan, BRI Peduli telah melakukan berbagai intervensi lingkungan secara intensif dan terintegrasi di wilayah Bali.
Upaya tersebut meliputi pemasangan penghalang sampah atau trash barrier di sungai-sungai (tukad), patroli harian untuk pembersihan dan pemilahan sampah, serta kegiatan bersih-bersih rutin setiap minggu.
Baca Juga: Tertarik Dunia Keuangan Proyek? Magang Finance di Perusahaan BUMN Ini Bisa Jadi Langkah Awal
“Kegiatan ini turut dilengkapi dengan sosialisasi dan edukasi kepada komunitas lokal untuk mendorong perubahan perilaku yang berkelanjutan,” imbuhnya.
Pendekatan pengelolaan lingkungan yang dilakukan BRI Peduli juga mencakup pengelolaan satu wilayah kerja secara menyeluruh.
Mulai dari pemasangan jaring sampah, patroli terjadwal, audit sampah, edukasi masyarakat, hingga pengolahan material sampah yang berhasil dikumpulkan, seluruh proses dilakukan secara berkesinambungan.
Baca Juga: UMiMAX Pertamina, Resep Ngebut Pelaku Usaha Ultra Mikro
Komitmen tersebut sejalan dengan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan BRI melalui inisiatif BRI Peduli “Yok Kita Gas”.
Program ini telah berjalan sejak tahun 2021 dan dilaksanakan di 41 lokasi di berbagai daerah Indonesia, terdiri dari lima lokasi di pasar tradisional dan 36 lokasi di lingkungan masyarakat.
“Program ini secara nyata telah memberikan dampak bagi masyarakat di berbagai wilayah baik dari sisi sosial, ekonomi, dan lingkungan."
Baca Juga: Panduan Mengajari Anak Puasa, Simak Tips Agar Si Kecil Enjoy Menjalani Ibadah Ramadan
"Hal ini sejalan dengan komitmen BRI mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals) yang tersirat pada Pilar Pembangunan Sosial, Pilar Pembangunan Ekonomi dan Pilar Pembangunan Lingkungan,” tutup Dhanny. ***