Baca Juga: Magang Content Writer di Kimia Farma, Saatnya Asah Skill Menulismu
Secara keseluruhan, revamping ini memperpanjang umur teknis pabrik hingga 15 tahun ke depan.
Pelaksanaan proyek ini didukung oleh Peraturan Presiden Nomor 113 Tahun 2025 yang mempercepat revitalisasi industri pupuk nasional melalui skema subsidi pupuk yang lebih adaptif.
Melalui kebijakan tersebut, Pupuk Indonesia memiliki ruang untuk melakukan modernisasi pabrik secara berkelanjutan.
Baca Juga: Kisah Ibu Siti, Jadi Nasabah PNM Mekaar dari Nol hingga Kini Bisa Berangkat ke Tanah Suci
Dalam lima tahun ke depan, perusahaan menargetkan peremajaan dan pembangunan enam pabrik lainnya, termasuk Revitalisasi Pusri 3B, pengembangan NPK Phonska VI Petrokimia Gresik, Pabrik Amurea PIM III, serta Kawasan Industri Pupuk Fakfak.
“Revamping Ammonia Pabrik-2 merupakan proyek pertama yang diresmikan dari tujuh komitmen revitalisasi dan penguatan industri pupuk yang akan dijalankan Pupuk Indonesia Group hingga tahun 2029,” kata Rahmad.
Direktur Utama Pupuk Kaltim, Gusrizal, menilai revamping ini memiliki nilai strategis bagi perusahaan. Melalui pemanfaatan teknologi terbaru dan digitalisasi, pabrik kini beroperasi lebih optimal untuk memastikan pasokan bahan baku pupuk nasional tetap terjaga.
Baca Juga: Kumpulan Ide Ucapan Hari Raya Imlek dalam Bahasa Mandarin dan Artinya
“Modernisasi pabrik ini merupakan investasi jangka panjang untuk menghadirkan produksi yang lebih efisien dan ramah lingkungan."
"Melalui program ini, kami optimistis dapat menjaga pasokan pupuk nasional untuk mendukung ketahanan pangan Indonesia secara berkelanjutan,” ujar Gusrizal.
Apresiasi juga datang dari Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang menilai proyek revamping ini sejalan dengan arahan Presiden dalam merevitalisasi industri pupuk nasional. Menurutnya, penguatan industri pupuk menjadi syarat utama untuk mewujudkan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia.
Baca Juga: Sambut Chinese New Year 2026 Bersama InJourney Hospitality dengan Beragam Perayaan Istimewa
“Capaian ini merupakan gagasan besar Bapak Presiden, yaitu Indonesia lumbung pangan dunia. Syarat menjadi lumbung pangan dunia, kita harus merevitalisasi industri pupuk kita,” kata Amran.
Dukungan serupa disampaikan Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto. Ia menegaskan bahwa keberlanjutan industri pupuk berkaitan langsung dengan nasib petani dan masa depan bangsa, sehingga modernisasi pabrik menjadi investasi penting bagi kedaulatan pangan nasional.