Kabar BUMN - Pembangunan Jalan Tol Akses Patimban yang digarap PT Wijaya Karya (Persero) Tbk bersama PT Adhi Karya (Persero) Tbk melalui KSO WIKA–ADHI terus menunjukkan progres positif.
Hingga awal 2026, konstruksi tol tersebut telah mencapai sekitar 68 persen, menandakan proyek berjalan lebih cepat dari jadwal yang direncanakan.
Tol ini dirancang untuk menghubungkan Pelabuhan Patimban dengan kawasan industri dan jaringan jalan nasional.
Baca Juga: Sambut Tahun Baru Imlek, Ini 20 Ucapan Pendek yang Bisa Kamu Kirim Sekarang
Kehadirannya diharapkan memperlancar arus logistik, memperkuat aktivitas ekspor-impor, serta mengurangi ketergantungan pada Pelabuhan Tanjung Priok sebagai pelabuhan utama nasional.
Proyek yang ditargetkan selesai pada 31 Maret 2027 ini juga dinilai berperan penting dalam menurunkan biaya logistik dan mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah utara Jawa Barat.
Dalam pelaksanaannya, WIKA menerapkan berbagai inovasi konstruksi, khususnya pada Tol Akses Patimban Paket 4.
Baca Juga: GM Pullman Lombok “Naik Kelas”, Masuk Top 100 Hotel General Managers 2025
Salah satunya melalui penggunaan metode Hydraulic Static Pile Driving (HSPD) pada pekerjaan pemancangan spun pile di lahan sempit dan dekat kawasan padat pemukiman.
Metode ini mampu secara signifikan mengurangi kebisingan, getaran, serta risiko kerusakan bangunan di sekitar proyek, sehingga meningkatkan efisiensi pelaksanaan, kualitas konstruksi, dan keandalan struktur.
Selain fokus pada percepatan pembangunan, WIKA juga menerapkan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) terbaik serta pengawasan keselamatan berbasis risiko di seluruh tahapan konstruksi.
Baca Juga: Perbaikan Pasar Kerja Nasional Perlu Didukung Link and Match, Ungkap Kajian Mandiri Institute
Dari aspek Environmental, Social, and Governance (ESG), proyek ini mengedepankan pengendalian dampak lingkungan, pengelolaan limbah konstruksi, serta pemberdayaan masyarakat melalui penyerapan tenaga kerja lokal, sejalan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan dalam Asta Cita.
“Tol Akses Patimban merupakan infrastruktur strategis yang kami bangun untuk memperkuat konektivitas logistik nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata.
"Dengan progres yang telah mencapai 68%, WIKA optimistis proyek ini dapat diselesaikan tepat waktu dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, dunia usaha, serta penguatan sistem logistik nasional, sejalan dengan Asta Cita Pemerintah,” ujar Agung BW, Direktur Utama WIKA.
Baca Juga: 5 Sambal Khas Kalimantan, Selain Cabai Merah, Bahan Lainnya Tidak Biasa
Ke depan, Tol Akses Patimban diharapkan mampu meningkatkan aksesibilitas masyarakat, membuka lapangan kerja, mendorong tumbuhnya aktivitas ekonomi baru di wilayah sekitar, serta menjadi tulang punggung logistik yang meningkatkan efisiensi rantai pasok dan daya saing nasional.8**