"Apresiasi dari TSG dan TNB menjadi bukti bahwa kami mampu memberikan nilai tambah bagi mitra strategis,” kata Djarot.
Baca Juga: BRI Perluas Pemberdayaan Desa, Pendaftaran Desa BRILiaN 2026 Resmi Dibuka
Dalam pelaksanaannya, PLN NPC mengerjakan skema design and build untuk elektrifikasi ECRL Feeder Station.
Pekerjaan tersebut meliputi pembangunan 132 kV Switching Station, instalasi Overhead Transmission Line (OHL), pemasangan Underground Cable sepanjang 3 kilometer, serta berbagai pekerjaan pendukung lainnya.
Proyek ini merupakan bagian dari sistem elektrifikasi jalur ganda sepanjang 665 kilometer yang menghubungkan Port Klang di Selangor hingga Kota Bharu di Kelantan.
Baca Juga: Selain Pisang, Ini 5 Jenis Kolak Nusantara yang Sering Ada Saat Ramadan
ECRL sendiri merupakan proyek kereta api listrik yang sepenuhnya menggunakan tenaga elektrik untuk operasional penumpang maupun kargo.
Setelah beroperasi pada 2027, jaringan ini diproyeksikan mampu menekan emisi karbon hingga satu juta ton CO₂ per tahun sekaligus memperkuat konektivitas antara Pantai Timur dan wilayah tengah Semenanjung Malaysia.
Sebagai bagian dari konsorsium EPCC, PLN NP berperan dalam pengadaan peralatan utama, sementara PLN NPC bertanggung jawab atas pelaksanaan konstruksi dan komisioning.
Baca Juga: Diskon BBM MyPertamina Spesial Imlek Masih Dibuka, Senin Terakhir Februari Jadi Kesempatan Akhir
Proyek ini telah berjalan sejak Juni 2024 dan ditargetkan rampung sepenuhnya pada 2026.
Berbekal pengalaman lebih dari dua dekade di sektor pembangkitan dan transmisi, PLN NPC menghadirkan solusi EPC terintegrasi mulai dari pembangunan pembangkit listrik, transmisi, gardu induk, hingga program peningkatan keandalan (Availability Improvement Program).
Portofolio energi hijau yang meliputi tenaga air, panas bumi, dan surya semakin memperkuat posisi PLN NP Group dalam mendukung agenda transisi energi dan ESG di tingkat regional.
Keberhasilan proyek ECRL ini menjadi pijakan strategis bagi PLN Nusantara Power untuk terus memperluas portofolio internasional sekaligus memperkokoh reputasi sebagai mitra konstruksi ketenagalistrikan yang kompetitif, terpercaya, dan berdaya saing global.***