Kabar BUMN - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus kejahatan siber, khususnya phishing, di tengah melonjaknya aktivitas transaksi selama Ramadan dan menjelang Lebaran.
Momen pencairan tunjangan hari raya (THR) dinilai kerap dimanfaatkan pelaku kejahatan digital untuk membidik tabungan masyarakat.
Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo, menyampaikan bahwa lonjakan transaksi keuangan pada periode Ramadan turut meningkatkan risiko serangan siber.
Baca Juga: Jelajahi Lawang Sewu, Ikon Bersejarah Semarang dengan Promo Spesial Ramadan 2026
“Nasabah perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan digital yang semakin canggih, terutama menjelang Lebaran ketika transaksi keuangan meningkat signifikan,” ujar Okki dalam keterangan tertulis.
Ia menjelaskan, phishing masih menjadi salah satu bentuk kejahatan siber yang paling sering terjadi.
Dalam praktiknya, pelaku menyamar sebagai institusi resmi atau pihak tepercaya untuk mencuri data pribadi korban, seperti username, kata sandi, kode OTP, hingga informasi kartu kredit.
Baca Juga: Catat Tanggalnya! Diskon 30% Tiket PELNI Berlaku 11 Maret–5 April 2026
Serangan phishing umumnya dilakukan melalui email, pesan singkat (SMS), panggilan telepon, maupun media sosial.
Pelaku biasanya mengirim pesan yang tampak meyakinkan agar korban mengklik tautan palsu, membuka lampiran berbahaya, atau tanpa sadar memberikan informasi sensitif.
Menurut Okki, phishing bisa menjadi pintu masuk kejahatan yang lebih serius, mulai dari pencurian identitas hingga pengambilalihan akun dan transaksi ilegal yang merugikan nasabah.
Baca Juga: Ini Yang Harus Dipersiapkan Bila Mendaki Gunung di Bulan Ramadan
Bahkan, tren terbaru menunjukkan serangan semakin tertarget dan sulit dikenali karena memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan.
Beberapa tanda yang patut dicurigai antara lain alamat email pengirim yang tidak lazim, penggunaan sapaan umum seperti “Pelanggan yang Terhormat”, bahasa bernada mendesak, serta tautan yang menyerupai situs resmi tetapi memiliki alamat berbeda.