Kabar BUMN - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) menegaskan komitmennya dalam mendukung keberhasilan program “Gentengisasi” melalui pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan atau Kredit Program Perumahan (KPP).
Dukungan ini sejalan dengan arahan Prabowo Subianto agar masyarakat menggunakan material atap yang lebih sejuk dan layak seperti genteng, menggantikan seng atau asbes, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas dan kenyamanan hunian.
Komitmen tersebut disampaikan Direktur Utama BRI Hery Gunardi, didampingi Direktur Consumer Banking BRI Aris Hartanto, saat menerima kunjungan Maruarar Sirait, Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho, Bupati Majalengka Eman Suherman, serta Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman.
Baca Juga: Tiket Kapal Lebih Hemat! PELNI Beri Diskon 30 Persen untuk Mudik Lebaran 2026
Pertemuan berlangsung di BRILiaN Club, Jakarta, pada Jumat (27/2).
Dalam kesempatan itu, Hery menegaskan peran strategis BRI sebagai penghubung pembiayaan antara pengusaha genteng dan developer atau pengembang perumahan.
Skema pembiayaan dilakukan setelah terdapat kontrak kerja sama antara kedua pihak, sehingga proses pendanaan dapat segera difasilitasi.
Baca Juga: Magang BUMN Seru di Bali Nusra! Kesempatan di Divisi SDM & Umum PT Pelindo
“Peran BRI berada di tengah. Ketika sudah ada kontrak antara pengusaha genteng dan developer atau user, BRI siap memfasilitasi pembiayaannya.
"Kebetulan kita sudah ada KUR Perumahan, bahan bangunan seperti ini merupakan bagian dari KUR Perumahan.
"Sebagai bank yang DNA-nya memang berpihak pada usaha kecil dan rakyat, sesuai dengan namanya Bank Rakyat Indonesia, kami siap menyediakan pembiayaan untuk mendukung kebutuhan tersebut,” kata Hery.
Baca Juga: Atasi Mabuk Laut Saat Naik Kapal, Simak Tips Berikut Agar Perjalanan Aman dan Nyaman
Ia menambahkan, komitmen terhadap KUR Perumahan tidak hanya berkontribusi pada peningkatan kualitas hunian masyarakat, tetapi juga menciptakan efek berganda.
Dampak tersebut mencakup peningkatan aktivitas produksi UMKM bahan bangunan, penguatan rantai pasok industri perumahan, hingga pembukaan peluang kerja di berbagai daerah.