Menurut Herman, bantuan tersebut sangat berarti karena sekolah memiliki keterbatasan anggaran untuk mendukung kegiatan riset siswa.
Baca Juga: Masjid Tuo Kayu Jao, Masjid Tertua di Sumatra yang Dibangun Sekitar Abad ke-17
Ia menilai dukungan dari dunia industri dapat mendorong pelajar menjadi lebih kreatif dan aktif dalam berinovasi.
"Dukungan PT TIMAH sangat membantu dalam memberdayakan siswa agar lebih kreatif dan aktif. PT TIMAH menjadi salah satu penopang kegiatan inovasi di sekolah kami,” kata Herman.
Saat ini, produk sambalingkung hasil penelitian siswa mulai dipasarkan secara terbatas di lingkungan sekolah sebagai langkah awal pengembangan kewirausahaan berbasis riset.
Baca Juga: Komitmen Berkelanjutan Pindad Cegah Stunting di Babakan Surabaya
Sekolah juga sebelumnya aktif mengembangkan berbagai penelitian sederhana, seperti pemanfaatan biji karet menjadi minyak sabun.
“Kami berharap kolaborasi ini tidak berhenti di sini. Semoga ke depan semakin banyak program yang bisa memberikan manfaat bagi siswa dan masyarakat Belitung Timur,” harap Herman.***