Kabar BUMN – PT Len Industri (Persero) menampilkan teknologi inti sistem tempur kapal perang dalam demonstrasi produk yang digelar di Kementerian Pertahanan.
Kegiatan ini disaksikan langsung oleh Kepala Badan Logistik Pertahanan Kementerian Pertahanan RI, Marsdya TNI Yusuf Jauhari, M.Eng., serta perwakilan dari TNI Angkatan Laut dan pimpinan perusahaan industri galangan kapal nasional.
Demonstrasi teknologi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kemandirian industri pertahanan nasional sekaligus mendukung program modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI.
Baca Juga: 7 Barang yang Wajib Dibawa Saat Mudik Naik Bus
Kepala Badan Logistik Pertahanan Kementerian Pertahanan menilai forum demonstrasi produk ini merupakan ruang strategis untuk mempererat sinergi antara pemerintah, pengguna, dan pelaku industri dalam mendorong kemajuan teknologi pertahanan dalam negeri.
“Forum seperti ini sangat penting karena memberikan ruang bagi industri pertahanan nasional untuk menunjukkan kemajuan teknologi yang telah dicapai.
"Kami juga mengapresiasi industri, termasuk Len, yang telah membuka ruang bagi para engineer Indonesia untuk berkarya dan berinovasi. Inovasi teknologi adalah kunci dalam memperkuat industri pertahanan nasional,” ujarnya.
Baca Juga: Setahun Danantara Indonesia, Perkuat Pengelolaan Aset Negara untuk Masa Depan Bangsa
Ia juga menegaskan bahwa Kementerian Pertahanan memiliki komitmen kuat untuk terus mendukung penguatan industri pertahanan nasional.
Menurutnya, keberpihakan pemerintah terhadap industri pertahanan dalam negeri menjadi bagian penting dalam membangun kemandirian teknologi sekaligus menjaga kedaulatan negara.
Dalam demonstrasi yang turut dihadiri jajaran Direksi perusahaan, Len memperkenalkan Combat Management System (CMS) MANDHALA Mk2, yang berfungsi sebagai pusat kendali atau “otak” sistem tempur kapal perang.
Sistem ini mampu mengintegrasikan berbagai perangkat penting di kapal, mulai dari sensor, radar, sistem komunikasi, navigasi, hingga sistem persenjataan ke dalam satu platform terpadu.
Dengan integrasi tersebut, informasi taktis dapat ditampilkan secara real time untuk mendukung proses pengambilan keputusan dalam operasi tempur di kapal perang.