Kabar BUMN - Menghadapi momen Lebaran yang identik dengan lonjakan mobilitas, kesiapan sektor transportasi dan logistik menjadi hal yang sangat krusial.
Tidak hanya untuk penumpang, distribusi barang juga harus tetap berjalan tanpa hambatan. Oleh karena itu, berbagai langkah antisipatif mulai disiapkan sejak awal.
PT Pelindo Multi Terminal memastikan seluruh terminal yang dikelolanya siap beroperasi secara optimal selama periode Angkutan Lebaran 2026.
Baca Juga: Sakit Perut Saat Haid Bikin Kram Melilit? Ini Cara Efektif Meredakannya
Kesiapan ini dilakukan untuk mendukung kelancaran arus logistik nasional sekaligus mobilitas masyarakat selama masa mudik hingga arus balik.
Perusahaan yang merupakan subholding dari PT Pelabuhan Indonesia (Persero) ini menegaskan bahwa seluruh layanan kepelabuhanan tetap berjalan penuh selama periode tersebut.
Hal ini menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas distribusi kebutuhan masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri.
Baca Juga: Mudik Gratis BUMN 2026 Resmi Diberangkatkan, PLN Angkut 12.500 Peserta dengan Konsep Nol Emisi
VP Komunikasi Korporasi Pelindo Multi Terminal, Farid Chairmawan, menyampaikan bahwa berbagai langkah strategis telah dipersiapkan untuk memastikan operasional tetap berjalan lancar.
“Kami memastikan seluruh layanan kepelabuhanan tetap beroperasi penuh selama masa Angkutan Lebaran 2026."
"Operasional terminal kami siagakan selama 24 jam untuk mendukung kelancaran arus barang dan mobilitas penumpang, khususnya dalam mendistribusikan komoditas strategis yang dibutuhkan masyarakat menjelang dan setelah Hari Raya Idul fitri,” ujar Farid.
Baca Juga: Stok BBM Dipastikan Aman Jelang Mudik Lebaran, Pemerintah dan Pertamina Lakukan Peninjauan Langsung
Untuk menunjang kelancaran tersebut, sejumlah persiapan teknis telah dilakukan secara menyeluruh. Mulai dari pengecekan fasilitas dan peralatan, kesiapan petugas operasional, hingga peningkatan koordinasi dengan berbagai pihak terkait.
Selain itu, pengaturan arus kendaraan di kawasan pelabuhan juga menjadi perhatian utama. Perusahaan telah menyiapkan rekayasa traffic flow, buffer area, serta pengelolaan aktivitas kendaraan guna mengantisipasi potensi kepadatan selama periode puncak.