Ia menjelaskan, program perampingan perusahaan bertujuan memperkuat fokus bisnis dengan mengembalikan BUMN ke bidang usaha inti masing-masing.
Baca Juga: GDPS Buka Loker BUMN Engineering Staff di Jakarta: Kesempatan Karier di Dunia Engineering Konstruksi
Proses tersebut juga mencakup evaluasi terhadap anak perusahaan yang dinilai tidak memiliki keterkaitan langsung dengan lini bisnis utama perusahaan.
Pada kesempatan yang sama, Fina Eliani memaparkan capaian kinerja perusahaan beserta anak usahanya sekaligus menjelaskan struktur bisnis grup PT TIMAH.
Menurutnya, perusahaan terus memperkuat pengelolaan bisnis terintegrasi dari sektor hulu hingga hilir dengan menerapkan praktik pertambangan yang baik, tata kelola perusahaan yang kuat, keselamatan kerja, serta pengelolaan lingkungan berkelanjutan.
Baca Juga: Panduan Sholat Idul Adha: Tata Cara, Niat, hingga Sunnah yang Perlu Diketahui
Untuk lini bisnis pertambangan timah, operasional dikelola langsung oleh PT TIMAH Tbk. Sementara sektor hilirisasi timah dijalankan melalui anak usaha PT Timah Industri yang berbasis di Cilegon dengan fokus produksi bahan kimia timah dan solder timah.
Di luar sektor timah, perusahaan juga memiliki lini bisnis tambang lainnya melalui PT Timah Investasi Mineral yang bergerak di pertambangan nikel, serta PT TAJ yang menjalankan usaha di sektor batu bara.
Selain itu, sejumlah anak usaha berbasis kompetensi juga mendukung operasional grup, di antaranya Indometal London Limited sebagai agen pemasaran di kawasan Eropa dan Amerika, PT Dok dan Perkapalan Air Kantung di sektor galangan kapal, PT Timah Agro Manunggal pada bidang reklamasi, serta PT Timah Karya Persada Properti yang bergerak di sektor properti. ***