Kabar BUMN - PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) berkomitmen untuk menjaga ketahanan energi nasional melalui optimalisasi Bahan Bakar Gas (BBG) untuk sektor transportasi darat.
Di tengah dinamika geopolitik global yang fluktuatif dan berdampak pada ketersediaan serta harga energi dunia, penggunaan BBG menjadi langkah krusial untuk membantu mengurangi impor bahan bakar minyak (BBM) serta memperkuat ketahanan energi.
BBG merupakan wujud pemanfaatan gas bumi yang bersumber langsung dari perut bumi Indonesia, sehingga pemanfaatannya memberikan banyak keuntungan bagi pengguna maupun negara.
Baca Juga: PHE Perkuat Ketahanan Energi Nasional dengan Strategi Pertumbuhan Ganda
Dari sisi harga, BBG cenderung lebih ekonomis dan stabil. Harga BBG dipatok stabil di seluruh SPBG dengan harga Rp4.500 per Liter Setara Pertalite (LSP).
Harga ini lebih kompetitif dibandingkan BBM nonsubsidi, sehingga mampu menekan biaya operasional kendaraan secara signifikan.
BBG lebih ramah lingkungan, karena menghasilkan emisi karbon yang lebih rendah hingga 20% lebih bersih dibandingkan BBM.
Baca Juga: BULOG Siapkan 100 Titik Infrastruktur Pascapanen untuk Perkuat Ketahanan Pangan
Dengan begitu, pemanfaatan BBG turut mendukung dalam akselerasi penggunaan energi ramah lingkungan dan target pemerintah menuju Net Zero Emission.
Corporate Secretary PGN Fajriyah Usman menjelaskan, penggunaan BBG memberikan manfaat pada performa mesin kendaraan.
“Pembakaran gas yang lebih sempurna, sehingga membantu menjaga kebersihan ruang bakar mesin yang dapat menurunkan biaya operasional dan memperpanjang usia pakai kendaraan,” jelas Fajriyah.
Dengan merangkul Komunitas Mobil Gas (Komogas) saat ini tersedia layanan bengkel keliling hingga 3 April 2026 di Basecamp Komogas, wilayah Kalimalang Jakarta Timur dan 6 – 10 April 2026 di SPBG Bogor.
Layanan yang diberikan mencakup pemeriksaan teknis, perawatan, perbaikan, dan mengonversi kendaraan ke BBG dengan mudah dan profesional.