Akan Direplikasi ke Kota Lain, PGN Akselerasi Ekspansi Jargas di Batam

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Senin, 2 Februari 2026 | 10:30 WIB
PGN mempercepat pengembangan jaringan gas (jargas) rumah tangga di Batam . (DOK. PGN)
PGN mempercepat pengembangan jaringan gas (jargas) rumah tangga di Batam . (DOK. PGN)

Kabar BUMN - Pemerintah bersama PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) mempercepat pengembangan jaringan gas (jargas) rumah tangga di Batam sebagai bagian dari strategi transisi menuju energi bersih dan mengurangi ketergantungan terhadap energi impor.

Program ini ditetapkan sebagai pilot project nasional yang nantinya akan direplikasi ke berbagai kota lainnya di Indonesia.

Langkah ini juga sejalan dengan arahan Danantara kepada PGN untuk memfokuskan bisnis pada sektor midstream dan downstream gas, guna mendorong perluasan layanan gas bumi melalui jargas.

Baca Juga: Infrastruktur Terintegrasi Balongan Perkuat Peran Pertamina Jaga Pasokan Energi di Jawa Barat hingga Jakarta

“Untuk PGN, kita akan mulai tahun ini melakukan pipanisasi sampai ke rumah-rumah. Kita coba dulu di satu kota (Batam) sambil kita review,” ujar Chief Operating Officer Danantara Indonesia, Dony Oskaria, Rabu (28/1/2026).

Direktur Komersial PGN Aldiansyah Idham menegaskan, PGN berkomitmen mendukung upaya Pemerintah dalam penyediaan energi yang lebih bersih, aman, dan terjangkau bagi masyarakat.

“Setelah implementasi di Batam berjalan dan dievaluasi, PGN akan melanjutkan pengembangan jargas di kota-kota lainnya dengan mempertimbangkan kesiapan suplai, infrastruktur, serta kebutuhan pasar,” jelas Aldi dalam keterangannya.

Baca Juga: Universitas Pertamina Menapaki Usia Satu Dekade dengan Predikat Akreditasi Unggul

Hingga akhir Desember 2025, jumlah pelanggan jargas rumah tangga di Batam mencapai 8.829 pelanggan.

Pada tahun 2026, PGN menargetkan tambahan 10.000 sambungan rumah (SR) yang mencakup perluasan jaringan di tiga kecamatan, yakni Batu Aji, Sagulung, dan Batam Kota. Pembangunan direncanakan mulai Maret 2026 dan akan dilaksanakan secara bertahap.

Pengembangan ini merupakan bagian dari rencana belanja modal (capex) PGN sebesar US$353 juta untuk tahun 2026, di mana 62% dialokasikan untuk penguatan sektor midstream, downstream dan lainnya.

Baca Juga: Perempuan Pesisir Kaltim, Kunci Tumbuhnya Ekonomi Keluarga dari Laut

“Kami berharap pengembangan jargas ini tidak hanya meningkatkan akses energi bersih, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat serta mendukung percepatan transisi energi nasional,” tutup Aldi.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Lucy SL

Tags

Artikel Terkait

Terkini