Kabar BUMN - PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat kinerja positif pada angkutan batu bara sepanjang Maret 2026 dengan volume mencapai 4.634.929 ton, meningkat dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar 4.436.996 ton.
Secara kumulatif, selama triwulan I 2026, KAI telah mengangkut 12.075.002 ton batu bara.
Volume ini mencerminkan kesinambungan layanan logistik yang terkelola dengan baik, sekaligus menjadi indikator meningkatnya kebutuhan distribusi energi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan kebutuhan listrik nasional.
Baca Juga: DAMRI Hadirkan Pembayaran Fleksibel SPayLater, Perjalanan Jadi Lebih Ringan di Akhir Bulan
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan, distribusi batu bara melalui kereta api memiliki peran strategis dalam menjaga kesinambungan pasokan energi.
“Setiap perjalanan angkutan batu bara berkontribusi langsung dalam memastikan listrik tetap mengalir, mendukung aktivitas masyarakat dari skala rumah tangga hingga industri,” ujar Anne.
Momentum Angkutan Lebaran 2026 turut menjadi gambaran bagaimana peran tersebut berjalan secara konsisten.
Baca Juga: Distribusi LPG ke Daerah Sulit Dijangkau, Pertamina Patra Niaga Kerahkan Kapal MT Gas Attaka
Di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat, distribusi batu bara tetap berlangsung optimal, memastikan sistem kelistrikan di Jawa dan Bali tetap terjaga.
Perjalanan silaturahmi masyarakat pun dapat berlangsung dengan lancar karena dukungan pasokan energi yang stabil.
KAI terus mengedepankan keandalan operasional, ketepatan waktu, serta kapasitas angkut yang terukur dalam mendukung distribusi batu bara.
Baca Juga: Antisipasi Super Flu, PT TIMAH dan PT DAK Perkuat Edukasi Kesehatan Karyawan
Dengan karakteristik angkutan massal berbasis rel, kereta api menghadirkan efisiensi logistik sekaligus menjaga keberlanjutan distribusi dalam jangka panjang.
Anne menjelaskan, di balik setiap perjalanan kereta angkutan batu bara, ada jutaan aktivitas yang tetap berjalan. Lampu di rumah tetap menyala, layanan di rumah sakit terus beroperasi, anak-anak bisa belajar dengan nyaman, dan roda ekonomi tetap bergerak.