Handi mengungkapkan, pada tahun 2025, ANTAM mencatatkan produksi emas sekitar 743 kg, dengan volume penjualan mencapai lebih dari 37 ton emas.
Baca Juga: Garuda Indonesia Hadirkan Kebijakan Fleksibel: Ubah Jadwal Tanpa Batas hingga Refund 100%
ANTAM meyakini kerja sama dengan BSI dapat memperluas jangkauan layanan serta meningkatkan literasi investasi emas kepada masyarakat, baik melalui kanal offline maupun transaksi emas fisik berbasis digital.
Sinergi ini juga menjadi bagian dari dukungan ANTAM terhadap pengembangan industri bullion nasional yang terintegrasi dan berdaya saing global.
Ia menambahkan, penguatan sinergi ini juga merupakan bagian dari upaya ANTAM dalam mendukung pengembangan ekosistem emas domestik yang terintegrasi, mulai dari sisi pasokan, distribusi, hingga perluasan akses layanan keuangan berbasis emas.
Baca Juga: Kinerja Moncer 2025, KAI Services Bukukan Pendapatan Rp2,79 Triliun dan Laba Melonjak 24%
“Ke depan, ANTAM memandang kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam mendorong monetisasi emas secara optimal, sekaligus memperkuat peran emas sebagai instrumen investasi yang aman dan relevan bagi masyarakat,” tambahnya.***