trending

Sulawesi Selatan Perkuat Keselamatan Transportasi Lewat Kolaborasi Penta Helix, Fokus Pencegahan Berbasis Data

Rabu, 15 April 2026 | 11:00 WIB
Kolaborasi Penta Helix di Sulawesi Selatan perkuat keselamatan transportasi berbasis data, tekan kecelakaan dan tingkatkan pencegahan terpadu. (Dok. Jasa Raharja)

Ia menegaskan, “Kecelakaan bukan hanya soal kehilangan nyawa. Sebagian besar korban berada pada usia produktif dan merupakan kepala keluarga, sehingga dampaknya meluas pada kondisi sosial dan ekonomi keluarga. Kami ingin mendorong perubahan dari pola reaktif menjadi preventif melalui sistem yang terintegrasi.”

Baca Juga: Dorong Kualitas SDM, PT TIMAH Buka Akses Magang untuk Ratusan Pelajar dan Mahasiswa

Sementara itu, Dirlantas Polda Sulawesi Selatan Kombes Pol. Pria Budi menjelaskan bahwa meski jumlah kecelakaan meningkat 8 persen, angka fatalitas justru berhasil ditekan sebesar 24 persen, dari 234 korban jiwa pada Triwulan I 2025 menjadi 179 pada periode yang sama tahun 2026.

Dari total kejadian, sekitar 74 persen merupakan kecelakaan tunggal dan 78 persen melibatkan sepeda motor. Waktu kejadian terbanyak berada pada pukul 15.00 hingga 18.00 WITA dengan kondisi jalan dan cuaca yang umumnya baik.

Titik rawan kecelakaan juga telah dipetakan di sejumlah wilayah seperti Makassar, Maros, Barru, dan Pangkep, didukung oleh 89 unit ETLE yang terdiri dari 14 kamera statis dan 74 handheld.

Baca Juga: Tersembunyi di Balik Kawah Kamojang, Danau Ciharus Menampilkan Keindahan yang Misterius

Pria Budi juga menyoroti pentingnya kecepatan penanganan korban pada fase awal kecelakaan.

Ia menyampaikan, “Banyak korban jiwa tidak semata karena kecelakaannya, tetapi karena keterlambatan penanganan awal."

"Keselamatan tidak hanya soal mencegah kecelakaan, tetapi juga memastikan penanganan cepat pada saat dan setelah kejadian. Semakin cepat penanganan pada golden period, semakin besar peluang korban untuk selamat.”

Baca Juga: Lari Bareng 10.000 Peserta, wondr Kemala Run 2026 Perkuat Wisata Olahraga dan Aksi Sosial di Bali

Forum tersebut juga menghasilkan sejumlah kesepakatan penting, seperti penguatan edukasi keselamatan berkendara di titik rawan, perluasan program E-PELANTAS ke seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan, serta integrasi sistem SIM-RS dengan platform JR Care untuk mempercepat penerbitan Guarantee Letter bagi korban kecelakaan.

Selain itu, akan dilakukan pelatihan Pertolongan Pertama Gawat Darurat bagi komunitas pengemudi agar dapat menjadi penolong pertama di lokasi kejadian.

Dari sisi infrastruktur, Dinas Bina Marga Provinsi Sulawesi Selatan merencanakan peningkatan dan pemeliharaan jalan sepanjang 1.000 kilometer dalam periode 2025 hingga 2027.

Baca Juga: PELNI Gandeng Meratus Line, Perkuat Distribusi Logistik Tol Laut Lewat Skema Hub & Spoke

Sementara Dinas Perhubungan berkomitmen menambah koridor angkutan umum dari dua menjadi tiga koridor untuk mendukung mobilitas yang lebih aman dan tertata.

Halaman:

Tags

Terkini