Kabar BUMN - Perjalanan dengan kereta api di Indonesia akan segera memasuki era baru yang lebih modern dan terkoneksi.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) berencana menghadirkan layanan internet berkecepatan tinggi berbasis 5G di dalam kereta jarak jauh mulai pertengahan 2026.
Inovasi ini diharapkan membuat pengalaman perjalanan kamu jadi lebih nyaman, produktif, dan tidak lagi terganggu sinyal yang putus-putus.
Baca Juga: Garuda Indonesia Siap Layani Haji 2026, Prioritaskan Kenyamanan Lansia dan Layanan Inklusif
Langkah besar ini menjadi bagian dari transformasi digital perkeretaapian nasional yang terus dikembangkan KAI bersama mitra teknologi global.
Selain untuk meningkatkan layanan penumpang, proyek ini juga diarahkan untuk memperkuat sistem operasional berbasis teknologi pintar di masa depan.
Kolaborasi Teknologi Global untuk Transportasi Modern
Baca Juga: Pasar Seni Kumbasari, Denpasar, Surga Barang Seni dan Oleh-oleh yang Masih Jarang Dituju Pembeli
Untuk mewujudkan layanan internet 5G di dalam kereta, KAI menggandeng dua mitra strategis, yaitu perusahaan infrastruktur digital SURGE dan raksasa teknologi Huawei.
Kerja sama ini ditandai melalui penandatanganan nota kesepahaman yang berfokus pada pengembangan sistem perkeretaapian berbasis 5G dan kecerdasan buatan (AI).
Kolaborasi tersebut tidak hanya menyasar koneksi internet penumpang, tetapi juga mencakup peningkatan sistem operasional kereta agar lebih efisien, aman, dan terintegrasi.
Baca Juga: Dorong UMKM Bangkit Usai Lebaran, PT TIMAH Serap Produk Lokal untuk Kebutuhan Operasional
Internet Lebih Cepat, dari 2G Langsung ke 5G
Selama ini, layanan internet di dalam kereta masih terbatas dan bahkan disebut masih mengandalkan teknologi lama yang belum optimal untuk kebutuhan digital modern.
Dengan proyek ini, KAI langsung melakukan lompatan teknologi menuju 5G tanpa melalui tahapan 3G atau 4G.
Baca Juga: Buruan Daftar! Lowongan Magang Konten Kreator di ANTARA, Deadline Segera Tiba
Teknologi 5G ini diharapkan mampu mendukung aktivitas seperti streaming, bekerja menggunakan laptop, hingga penggunaan sistem hiburan di dalam kereta tanpa gangguan berarti.