trending

PIS dan PGN Bersinergi Siapkan Ekosistem Maritim Energi Rendah Karbon

Jumat, 17 April 2026 | 09:00 WIB
MoU PIS dan PGN ditandatangani Direktur Utama PIS Surya Tri Harto dan Direktur Utama PGN Arief Kurnia Risdianto pada Jumat (10/4/2026) pekan lalu. (DOK. PIS)

Kabar BUMN - PT Pertamina International Shipping (PIS) dan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU), Jumat (10/4/2026).

Sinergi dijalin untuk pembangunan, pemanfaatan infrastruktur, dan moda pengangkutan maritim untuk produk terkait bahan bakar rendah karbon. Meliputi penyediaan angkutan untuk kargo LNG, Ammonia, hydrogen, dan lainnya.

Direktur Utama PIS Surya Tri Harto menjelaskan, kerja sama ini bicara tentang optimal value untuk Pertamina Group, bukan hanya untuk PIS atau PGN. Dengan rencana memiliki infrastruktur transportasi gas, termasuk untuk floating (terapung).

Baca Juga: Garuda Indonesia Catat Rekor Global, Jadi Maskapai Paling Tepat Waktu Maret 2026

“Kita coba kaji opsi investasi, supaya dalam jangka panjang tidak terlalu terekspos risiko fluktuasi harga pasar,” jelas Surya Tri Harto.

Kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat sinergi antar subholding Pertamina Group, sekaligus mendorong penguatan armada dan diversifikasi kargo guna mendukung ketahanan energi nasional.

Direktur Utama PGN Arief Kurnia Risdianto menyampaikan, kerja sama ini merupakan pengembangan dari kerjasama PIS dan PGN yang telah berjalan sebelumnya.

Baca Juga: Produksi Gas Blok Mahakam Naik, Pertamina Perkuat Pasokan Energi Nasional di Tengah Tantangan Global

Di mana sejak 2024, PIS telah mengangkut sebanyak 17 kali angkutan LNG untuk PGN ke FSRU Lampung & Jawa Barat, serta Terminal Arun dengan skema spot charter.

Menurut Arief, kerja sama yang terjalin pada prinsipnya mencakup pengembangan kepemilikan, pembangunan, pengelolaan sektor midstream hingga downstream gas. Sehingga Pertamina Group memiliki infrastuktur yang matang dan menyiapkan Indonesia di era LNG.

“Di mana semakin ke depan, porsi LNG akan semakin besar, sehingga perlu infrastruktur tambahan. Kita coba kembangkan, sehingga nanti kita tidak hanya jadi penonton, tapi juga ada kepemilikan di infrastruktur ini," ujarnya.

Baca Juga: Wujud Semangat Kartini Masa Kini, Kisah Ibu Dewi Berjuang dari Nol hingga Mandiri Bersama PNM

Ke depan, kerja sama akan ditindaklanjuti melalui pembentukan tim kerja untuk menjajaki proyek konkret dan skema kerja sama jangka panjang.

Kerja sama ini nantinya diyakini akan memperkuat sinergi Pertamina Group dalam mendukung ketahanan energi nasional.

Halaman:

Tags

Terkini