Kabar BUMN - Di sepanjang kuartal I-2026, PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (Tugu Insurance/TUGU) membukukan laba bersih sebesar Rp265,62 miliar.
Kunci keberhasilanny, di tengah suhu geopolitik global yang makin panas dan harga energi yang bergerak liar, Tugu Insurance memilih tetap bermain disiplin.
Fokus pada kualitas bisnis, seleksi portofolio, dan manajemen risiko menjadi strategi utama perusahaan untuk menjaga profitabilitas.
Baca Juga: Penyaluran Pupuk Subsidi di Tegal Tembus 15.993 Ton, Antusiasme Petani Meningkat
Direktur Keuangan & Layanan Korporat Tugu Insurance Fitri Azwar mengatakan, “Disiplin underwriting, penguatan portofolio, serta pengelolaan risiko yang terukur menjadi fondasi penting bagi Tugu Insurance untuk mempertahankan kinerja yang sehat dan berkelanjutan.”
Sejalan dengan implementasi standar akuntansi baru PSAK 117, Tugu Insurance juga melakukan penyesuaian penyajian laporan keuangan, termasuk restatement laporan tahun sebelumnya demi menjaga konsistensi dan keterbandingan data kinerja.
Langkah ini disebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam memperkuat transparansi dan kualitas pelaporan keuangan.
Dari sisi operasional, Tugu Insurance mencatat Pendapatan Jasa Asuransi sebesar Rp2,57 triliun pada kuartal I-2026, naik 5,96 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp2,42 triliun.
Sementara itu, Hasil Jasa Asuransi mencapai Rp461,01 miliar atau tumbuh 2,18 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Kinerja tersebut ditopang lini bisnis unggulan seperti fire & property, offshore, dan marine cargo yang selama ini menjadi tulang punggung bisnis perseroan. Strategi pengelolaan portofolio yang selektif dinilai berhasil menjaga kualitas pertumbuhan perusahaan.
Baca Juga: Digiland Run 2026 Siap Digelar, Telkomsel Hadirkan Ajang Lari, Hiburan, hingga Teknologi 5G dan AI
Tak hanya itu, kontribusi investasi dan entitas anak juga turut memperkuat kinerja Tugu Insurance. Pendapatan investasi tercatat Rp88,17 miliar, sementara pendapatan operasional lainnya melonjak 31,25 persen menjadi Rp156,02 miliar.
“Kinerja ini menunjukkan diversifikasi sumber pendapatan Perseroan semakin kuat, termasuk dukungan dari entitas anak,” kata Fitri.