Kabar BUMN - Direktur Utama PT Pindad, Sigit P. Santosa hadir sebagai narasumber dalam kegiatan diskusi panel Pendidikan Reguler (Dikreg) LV Sekolah Staf dan Komando (Sesko) TNI Tahun Ajaran 2026.
Agenda tersebut berlangsung pada Jumat, 8 Mei 2026 di Sesko TNI, Bandung dan diikuti oleh para Perwira Siswa (Pasis) dari berbagai matra.
Kegiatan ini turut dihadiri Komandan Sesko TNI Marsdya TNI Arif Widianto, Wakil Komandan Sesko TNI Mayjen TNI Primadi Saiful Sulun, jajaran Sesko TNI, seluruh Direktur Utama Holding DEFEND ID, serta Direksi PT Pindad.
Pembukaan kegiatan dilakukan oleh Dosen Ahli Bidang Strategi Sesko TNI, Brigjen TNI Achmad Solihin.
Dalam kesempatan tersebut, ia menjelaskan bahwa para Perwira Siswa perlu memperoleh wawasan mendalam mengenai perkembangan dan pemberdayaan industri pertahanan nasional.
Dikreg LV Sesko TNI TA 2026 yang diikuti sebanyak 773 peserta diharapkan mampu memperkuat sinergi demi mendukung kemandirian pertahanan nasional sekaligus mendukung terwujudnya Asta Cita Presiden Republik Indonesia.
Baca Juga: Tingkatkan Pemahaman Kurban, PT Bukit Asam Adakan Sharing Session dan Praktik Penyembelihan
“Kami perlu menyampaikan bahwa Dikreg LV Sesko TNI berjumlah 773 peserta yang dihadiri secara langsung maupun secara online meeting."
"Kepada seluruh Pasis diharapkan untuk menyimak dan mendalami paparan yang disampaikan yang memberikan wawasan dan pengetahuan kepada kita semua.”
Dalam pemaparannya, Direktur Utama PT Pindad membahas tema mengenai “Peran Strategis PT Pindad Dalam Menghadapi Situasi Geopolitik dan Geostrategi Global Saat Ini untuk Mendukung Kesiapan Pertahanan Indonesia”.
Sigit P. Santosa menjelaskan arahan Presiden terkait pentingnya memperkuat kemandirian industri pertahanan nasional melalui PT Pindad.
Selain itu, ia juga memaparkan profil perusahaan, kemampuan produksi, inovasi yang tengah dikembangkan, hingga kontribusi PT Pindad dalam mendukung sistem pertahanan Indonesia.
“Rekan-rekan sebagai calon pemimpin di masa depan, Presiden mengharapkan bahwa kita dapat saling bersinergi dan bahu membahu untuk membangun kemandirian pertahanan Indonesia."