Kabar BUMN - PT Krakatau Steel (Persero) Tbk/Krakatau Steel Group melalui anak perusahaannya, PT Krakatau Bandar Samudera (KBS)/Krakatau International Port (KIP), mengambil peran strategis dalam memastikan kesiapan rantai pasok industri baja nasional.
Peran ini mendukung implementasi program hilirisasi Krakatau Steel Group yang terintegrasi dari hulu hingga hilir sejalan dengan arah transformasi perusahaan melalui inisiatif KRAS Reborn.
Dalam kerangka KRAS Reborn, kesiapan infrastruktur logistik dan kepelabuhanan menjadi salah satu pilar utama dalam memastikan keberlanjutan proses produksi dan distribusi baja nasional sekaligus mendukung terciptanya ekosistem industri yang lebih efisien, terintegrasi, dan berkelanjutan.
Baca Juga: IT Center BRI Ragunan Siap Operasi, Progres Konstruksi Tembus 98 Persen
Direktur Utama PT KBS Noor Fuad meyatakan, sebagai pengelola infrastruktur kepelabuhanan dalam ekosistem Krakatau Steel Group, KIP memegang peran vital dalam memastikan dan mendukung penuh kelancaran arus bahan baku dari sisi kepelabuhan dan logistik atas rencana hilirisasi baja.
“Selain itu KIP juga berfungsi sebagai simpul utama yang menghubungkan sumber daya bahan baku dengan fasilitas produksi serta jalur distribusi ke pasar domestik maupun internasional,” jelasnya.
KIP terus mendorong peningkatan efisiensi operasional, baik dari sisi waktu distribusi maupun biaya logistik melalui penguatan kapasitas dermaga dan sistem logistik yang terintegrasi.
“Kesiapan ini menjadi fondasi penting dalam mendukung peningkatan kapasitas produksi Krakatau Steel, termasuk optimalisasi fasilitas Hot Strip Mill (HSM) yang ditargetkan mencapai 120.000 ton per bulan,” lanjut Noor Fuad.
Peran KIP dalam penguatan sistem kepelabuhanan dan logistik merupakan bagian dari sinergi antar entitas dalam Krakatau Steel Group.
Dukungan ini memastikan bahwa setiap peningkatan kapasitas produksi di sisi hulu diiringi dengan kesiapan distribusi di sisi hilir.
Baca Juga: Naik KA Brantas Makin Praktis, Ini Jadwal dan Tarif Rute Jakarta-Semarang
Ke depan, Krakatau Steel Group optimistis bahwa penguatan peran Krakatau Bandar Samudera dalam sistem logistik akan semakin mempercepat implementasi program hilirisasi.
Dengan rantai pasok yang semakin andal dan terintegrasi, Perseroan diharapkan mampu meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat kemandirian industri, serta meningkatkan daya saing Indonesia dalam industri baja global.