trending

Pelindo Multi Terminal dan FKS Group Dorong UMKM di Surabaya Naik Kelas Lewat Inovasi Pangan Berkelanjutan

Selasa, 19 Mei 2026 | 21:00 WIB
FKS Group dan Pelindo Multi Terminal memperluas pemberdayaan UMKM pangan di Surabaya untuk dorong ekonomi masyarakat. (pelindomultiterminal.co.id)

Kabar BUMN - FKS Group bersama PT Pelindo Multi Terminal kembali melanjutkan program pemberdayaan masyarakat yang kini memasuki tahap kedua di Surabaya.

Program ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan perusahaan dalam mendukung pengembangan UMKM berbasis pangan agar semakin berkembang, mandiri, dan memiliki daya saing lebih kuat.

Mengusung semangat Empowering Potential, Building Expertise, dan Creating Impact, kolaborasi tersebut berfokus pada penguatan keterampilan praktis sekaligus peningkatan kapasitas usaha masyarakat.

Baca Juga: Dari Limbah Jadi Cuan, Petani Desa Pengabuan Raup Penghasilan Lebih Lewat Olahan Jerami

Pada tahap kedua, program diperluas ke Kelurahan Tenggulunan di kawasan Teluk Lamong dan wilayah Surabaya dengan target lebih dari 100 peserta ibu rumah tangga penerima manfaat.

Kegiatan kick-off program sendiri diikuti lebih dari 150 peserta.

Program ini hadir di tengah pertumbuhan ekonomi Surabaya yang terus menunjukkan tren positif.

Baca Juga: PLN Gandeng Pemprov Jawa Barat Percepat Penyediaan Listrik Berkelanjutan dan Ramah Lingkungan

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Surabaya, ekonomi Surabaya tumbuh 5,87 persen pada 2025 dengan sektor perdagangan dan industri pengolahan menjadi kontributor terbesar terhadap perekonomian kota.

Di sisi lain, perkembangan UMKM di Surabaya juga terus meningkat.

Pemerintah Kota Surabaya mencatat jumlah UMKM di kota tersebut telah mencapai lebih dari 106 ribu unit usaha dan terus bertambah dalam beberapa tahun terakhir.

Baca Juga: 10 Inspirasi Ucapan Hari Raya Iduladha 2026 untuk Teman dan Sahabat, Penuh Makna dan Hangat

Melalui program kolaborasi ini, peserta mendapatkan berbagai pelatihan dan pendampingan, mulai dari pembuatan tempe fresh yang higienis sesuai standar halal, pengembangan produk inovasi berbasis kedelai, pembukuan sederhana, desain kemasan produk, hingga pendampingan pengurusan legalitas usaha seperti PIRT dan sertifikasi halal agar dapat masuk ke pasar modern.

Menariknya, peserta tahap pertama juga dilibatkan sebagai trainer melalui skema Training of Trainers (ToT), sehingga proses pembelajaran diharapkan dapat terus berlanjut di tengah masyarakat.

Halaman:

Tags

Terkini