Kabar BUMN - PT Pegadaian sukses merajai transformasi industri keuangan nasional dengan menjadi wajah utama Layanan Bank Emas di Indonesia.
Jika dahulu Pegadaian identik dengan solusi pembiayaan tradisional melalui produk Gadai, kini perusahaan telah bertransformasi menjadi pusat ekosistem investasi dan transaksi emas terintegrasi.
Direktur Utama PT Pegadaian Damar Latri Setiawan memaparkan hingga April 2026, total kelolaan ekosistem emas Pegadaian menembus angka sekitar 145 ton.
Baca Juga: PT TIMAH Percepat Pengelolaan Arsip Digital untuk Dukung Tata Kelola yang Lebih Transparan
Termasuk didalamnya kelolaan Tabungan Emas Pegadaian yang kini mencapai lebih dari 20 ton dengan valuasi senilai lebih dari Rp51 triliun.
“Alhamdulillah OSL produk Cicilan Emas juga mengalami kenaikan signifikan dengan pertumbuhan hingga 152,79 persen YoY, yaitu pada angka Rp 13,85 triliun per 30 April ini,” ungkap Damar.
Adapun sesuai visinya sebagai The Leader in Gold Ecosystem, Pegadaian menghadirkan empat produk andalan yang dirancang untuk segmen ritel maupun korporasi:
Baca Juga: Produktivitas Pelabuhan Meningkat, PTP Nonpetikemas Cabang Banten Perkuat Terminalisasi di Ciwandan
1. Deposito Emas: Memungkinkan nasabah mendepositokan emas fisik atau saldo emas mereka dengan pilihan tenor 6, 9, atau 12 bulan.
Berbeda dengan deposito konvensional, imbal hasil (yield) yang diberikan berupa gramasi emas setiap bulannya, sehingga nilai total aset emas nasabah terus bertumbuh secara organik.
2. Pinjaman Modal Kerja Emas: Solusi pembiayaan produktif yang ditujukan khusus bagi pelaku industri emas (pengrajin, pedagang perhiasan, dan pelaku usaha terkait).
Pinjaman diberikan dan dikembalikan dalam bentuk emas fisik, sehingga terproteksi penuh dari risiko fluktuasi harga emas dunia.
Baca Juga: ASDP Tegaskan Komitmen Konektivitas Nasional di Hari Kebangkitan Nasional 2026
3. Jasa Titipan Emas Korporasi: Pegadaian berperan sebagai Gold Custodian berskala internasional.