Kabar BUMN - PT Dahana memanfaatkan momentum Indonesia Petroleum Association (IPA) Convex 2026 untuk menghadirkan solusi efisiensi biaya operasional bagi industri migas nasional.
Melalui fasilitas Pusat Logistik Berikat (PLB) yang berlokasi di Subang, Jawa Barat, perusahaan menawarkan kemudahan pengelolaan arus kas atau cash flow bagi perusahaan komoditas melalui fleksibilitas pembayaran pajak impor bahan peledak.
General Manager Minyak, Gas, dan Militer PT Dahana, Ahmad Fachrudin, menegaskan bahwa fasilitas PLB tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan strategis, tetapi juga dapat menjadi instrumen finansial yang membantu menjaga likuiditas konsumen.
Baca Juga: PT Mitra Utama Madani Buka Loker Account Officer di Bangka Belitung, Pendaftaran Ditutup Akhir Mei
“Melalui fasilitas PLB, perusahaan dapat memperoleh fleksibilitas dalam waktu pembayaran pajak impor disesuaikan dengan kebutuhan sehingga tidak terlalu membebani cashflow konsumen.
"Hingga saat ini PLB Dahana mendapatkan kepercayaan besar dari para pelanggan,” ujar Ahmad.
Selain menawarkan fleksibilitas pembayaran pajak impor, PLB Dahana juga dinilai unggul dari sisi lokasi yang strategis.
Baca Juga: Berkurban Kini Semakin Praktis, Cukup Lewat Aplikasi Pospay dari Smartphone
Berada di wilayah Subang, Jawa Barat, fasilitas tersebut memiliki akses distribusi yang memadai ke berbagai daerah di Indonesia melalui beragam moda transportasi.
Dalam ajang IPA Convex 2026, Dahana turut menampilkan berbagai produk dan layanan unggulan di sektor minyak dan gas.
Sejumlah produk yang dipamerkan meliputi Dayagel Seismic, detonator seismic, shaped charges, detonator, hingga berbagai layanan bahan peledak lainnya yang mendukung aktivitas eksplorasi dan produksi energi nasional.
Baca Juga: PT Nindya Karya Buka Lowongan Kerja Mei 2026, Tersedia Posisi Manager hingga Staff Strategis
Partisipasi Dahana dalam IPA Convex 2026 menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk terus mendukung industri energi nasional melalui layanan yang terintegrasi, aman, dan berstandar tinggi.
Langkah tersebut sekaligus memperkuat posisi Dahana sebagai perusahaan bahan peledak terdepan di Indonesia.