trending

Banyak Insiden Terjadi, KAI Tutup Perlintasan Liar di Cilacap untuk Kurangi Risiko Kecelakaan

Jumat, 29 Mei 2026 | 08:00 WIB
Ilustrasi - KAI Daop 5 Purwokerto menutup perlintasan liar di Cilacap usai tingginya risiko kecelakaan. Hingga Mei 2026 tercatat lima insiden. (Dok. KAI Daop 9 Jember)

Kabar BUMN - Upaya meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api terus dilakukan PT KAI Daop 5 Purwokerto.

Salah satu langkah terbaru dilakukan dengan menutup perlintasan sebidang liar di Desa Jeruklegi Wetan, Kecamatan Jeruklegi, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Penutupan ini dilakukan karena tingginya risiko kecelakaan di titik perlintasan tidak resmi.

Perlintasan liar tersebut berada di KM 375+8/9 pada petak jalur antara Stasiun Kawunganten dan Stasiun Jeruklegi.

Baca Juga: Srikandi Jasa Marga Perkuat Budaya Kerja Inklusif Lewat Inspira Talks Bersama Maudy Ayunda

Penutupan dilaksanakan pada Kamis, 28 Mei 2026, sebagai bagian dari penguatan aspek keselamatan bagi perjalanan kereta api sekaligus pengguna jalan yang melintas di sekitar jalur rel.

Manager Humas PT KAI Daop 5 Purwokerto, M As’ad Habibuddin, menjelaskan bahwa jalur kereta di wilayah operasional Daop 5 memiliki intensitas perjalanan yang cukup padat.

Kondisi itu membuat pengawasan dan pengamanan di area perlintasan menjadi semakin penting.

Baca Juga: Daftar Tanggal Merah Juni 2026, Catat Strategi Ambil Cuti Agar Bisa Libur Panjang

“Dalam satu hari terdapat sekitar 132 perjalanan kereta api yang melintas di wilayah Daop 5 Purwokerto dengan rata-rata headway kereta api sekitar 12–14 menit sekali."

Menurutnya, frekuensi perjalanan kereta yang tinggi membuat waktu aman di area perlintasan menjadi sangat terbatas. Karena itu, keberadaan perlintasan liar dinilai sangat berbahaya bagi masyarakat maupun operasional perjalanan kereta.

"Kondisi ini membuat ruang aman di perlintasan menjadi sangat terbatas sehingga keberadaan perlintasan liar memiliki risiko yang sangat tinggi,” katanya melalui keterangan tertulis, Kamis.

Baca Juga: Ratusan Nelayan dan PT TIMAH Gotong Royong Atasi Pendangkalan Muara Jelitik, Isi Ratusan Jumbo Bag Demi Akses Kapal Lebih Lancar

Data KAI Daop 5 Purwokerto menunjukkan masih terjadinya sejumlah insiden di perlintasan sebidang. Hingga Mei 2026, tercatat lima kejadian kecelakaan yang menyebabkan tiga orang meninggal dunia serta tiga lainnya mengalami luka-luka.

Sementara itu, selama periode 2024 hingga 2025, tercatat sembilan peristiwa kecelakaan di perlintasan sebidang.

Halaman:

Tags

Terkini