Hingga 30 April 2026, SSMMF membukukan imbal hasil tahunan sebesar 4,99 persen dengan nilai investasi minimum mulai Rp50.000.
Baca Juga: Cuaca Panas Ekstrem Bisa Bikin Demam? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
Di sisi lain, SSFIF hadir sebagai reksa dana pendapatan tetap berbasis syariah yang menitikberatkan investasi pada obligasi syariah, terutama sukuk korporasi dengan kategori layak investasi.
Pengelolaannya dilakukan secara aktif dan selektif melalui strategi penempatan pada sukuk korporasi dengan minimal peringkat A, sehingga potensi risiko kredit dapat lebih terkendali.
Selain itu, mayoritas portofolionya terdiri dari instrumen berdurasi pendek sehingga performanya dinilai lebih stabil dan tidak terlalu terdampak perubahan suku bunga.
Baca Juga: Tambah Daya Listrik Lebih Murah! Promo Diskon 50 Persen PLN Masih Berlangsung
Dengan karakteristik tersebut, SSFIF dirancang untuk investor dengan tingkat risiko moderat yang ingin memperoleh potensi pertumbuhan investasi dalam jangka menengah hingga panjang tanpa meninggalkan prinsip syariah.
Sampai 30 April 2026, produk ini mencatat imbal hasil satu tahun sebesar 7,58 persen dengan investasi awal minimum mulai Rp10.000.
Kolaborasi antara BRI dan Syailendra Capital diharapkan mampu membuka akses investasi syariah yang lebih luas sekaligus meningkatkan penetrasi produk investasi pada segmen ritel di berbagai wilayah Indonesia.
Baca Juga: PLN Nusantara Power Grup Kolaborasi dengan Perusahaan Teknologi Swiss
Dengan dukungan jaringan BRI yang tersebar luas, masyarakat diharapkan memiliki pilihan investasi syariah yang semakin praktis dan mudah dijangkau. ***