Kabar BUMN - Mobilitas masyarakat yang mudah, cepat, dan terjangkau menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi suatu daerah.
Selain investasi dan pembangunan infrastruktur berskala besar, kemampuan masyarakat untuk berpindah dari satu wilayah ke wilayah lain secara efisien turut menentukan kelancaran aktivitas ekonomi sehari-hari.
Di Provinsi Banten, peran tersebut dijalankan oleh KA Lokal Rangkasbitung-Merak.
Baca Juga: Dari Gelap Menuju Terang, 149 Keluarga di Noemuke Kini Nikmati Listrik PLN 24 Jam
Dengan tarif hanya Rp3.000 untuk sekali perjalanan, layanan kereta api ini setiap hari menghubungkan kawasan permukiman, pusat perdagangan, kawasan industri, pusat pemerintahan, fasilitas pendidikan, hingga Pelabuhan Merak sebagai salah satu simpul transportasi utama yang menghubungkan Pulau Jawa dan Sumatra.
Meski nominal Rp3.000 terlihat sederhana, biaya transportasi yang terjangkau memberikan ruang yang lebih besar bagi masyarakat untuk mengalokasikan pendapatan mereka ke berbagai kebutuhan lain, mulai dari pendidikan, konsumsi rumah tangga, hingga pengembangan usaha.
Di sinilah transportasi publik tidak hanya berfungsi sebagai sarana perjalanan, tetapi juga menjadi faktor pendukung efisiensi ekonomi masyarakat.
Baca Juga: BNI dan PBSI Dorong Regenerasi Atlet, Indonesia Open 2026 Jadi Panggung Talenta Muda
Minat masyarakat terhadap layanan KA Lokal Rangkasbitung-Merak terus menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir.
Pada 2023, layanan ini melayani sebanyak 3.617.478 pelanggan.
Angka tersebut meningkat menjadi 4.269.154 pelanggan pada 2024, dan kembali naik menjadi 4.463.498 pelanggan pada 2025.
Sementara itu, selama periode Januari hingga Mei 2026, jumlah pengguna KA Lokal Rangkasbitung-Merak telah mencapai 1.978.799 pelanggan.
Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa kereta api semakin menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Banten.