trending

Hampir 2 Juta Penumpang Gunakan KA Lokal Rangkasbitung-Merak pada Awal 2026, Jadi Penggerak Ekonomi Masyarakat Banten

Kamis, 4 Juni 2026 | 12:45 WIB
Ilustrasi - Jumlah penumpang KRL Rangkasbitung terus naik, didukung penguatan layanan dan konektivitas hingga lintas Pulau Sumatra. (commuterline.id)

Semakin banyak warga yang mengandalkan moda transportasi ini untuk bekerja, belajar, berdagang, maupun mengakses berbagai layanan publik.

Baca Juga: Libur Sekolah di Jakarta, Ini 7 Taman Bermain yang Tawarkan Pengalaman Seru dan Edukatif

Dengan jaringan yang menghubungkan Stasiun Rangkasbitung, Jambu Baru, Catang, Cikeusal, Walantaka, Serang, Karangantu, Tonjong Baru, Cilegon, Krenceng, hingga Merak, layanan ini menjadi penghubung berbagai pusat aktivitas masyarakat di wilayah barat Banten.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menegaskan bahwa keberhasilan layanan transportasi publik tidak hanya diukur dari banyaknya pelanggan, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan masyarakat.

"Transportasi publik yang terjangkau memberikan dampak ekonomi yang luas.

Baca Juga: Gelegar PLN Mobile 2026 Berhadiah Mobil Listrik, Simak Cara Mengumpulkan Poinnya

"Masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan biaya yang lebih efisien, memiliki akses yang lebih besar terhadap lapangan pekerjaan, serta menjangkau pusat-pusat ekonomi yang sebelumnya membutuhkan biaya perjalanan lebih tinggi," kata Anne Purba.

Peran KA Lokal Rangkasbitung-Merak semakin penting mengingat jalur tersebut menghubungkan Kabupaten Lebak, Kabupaten Serang, Kota Serang, Kota Cilegon, hingga kawasan Pelabuhan Merak.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024, jumlah penduduk Kota Serang mencapai sekitar 756 ribu jiwa, sedangkan Kota Cilegon dihuni sekitar 465 ribu jiwa.

Baca Juga: Bangkit dari Dampak Pandemi Bersama PNM Mekaar, Ibu Ila Ubah Mesin Jahit Jadi Harapan Baru bagi Keluarga

Kedua daerah tersebut menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang ditopang sektor perdagangan, jasa, manufaktur, dan aktivitas pelabuhan.

Dalam kondisi tersebut, kebutuhan mobilitas masyarakat antardaerah berlangsung setiap hari dalam skala besar.

Kehadiran kereta api membantu menghubungkan kawasan tempat tinggal dengan pusat-pusat produktif sehingga jarak tidak menjadi penghalang bagi masyarakat untuk bekerja, menjalankan usaha, maupun mengakses pendidikan.

Baca Juga: WSBP dan Pelanggan Tanam 1.217 Pohon pada Kuartal I 2026, Dukung Infrastruktur Berkelanjutan

Semakin mudah mobilitas masyarakat, semakin besar pula peluang ekonomi yang dapat dimanfaatkan.

Halaman:

Tags

Terkini