Kabar BUMN - Kenaikan tagihan listrik belakangan menjadi keluhan sebagian masyarakat, terutama setelah muncul laporan pembayaran listrik yang terasa lebih mahal dibanding bulan sebelumnya.
Namun, PT PLN (Persero) memastikan tidak ada perubahan tarif listrik selama triwulan II 2026 atau periode April hingga Juni 2026. Jika tagihan meningkat, penyebabnya kemungkinan berkaitan dengan pola penggunaan listrik di rumah.
PLN Pastikan Tarif Listrik Tidak Mengalami Kenaikan
Baca Juga: 7 Kota Ramah Anak di Indonesia, Destinasi Wisata Sempurna untuk Liburan Sekolah
PT PLN (Persero) memastikan tarif listrik pada periode April–Juni 2026 tetap sama seperti triwulan sebelumnya.
Kebijakan tersebut mengikuti ketentuan pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), sehingga masyarakat tidak perlu khawatir mengenai adanya kenaikan tarif selama periode tersebut.
Penjelasan ini disampaikan menyusul ramainya pembahasan di media sosial terkait lonjakan tagihan listrik yang dikeluhkan sejumlah pelanggan.
Baca Juga: Rig PDSI#05.2 Catat Capaian Positif, Temukan Fluida Minyak dan Gas di Prabumulih
PLN menegaskan bahwa kenaikan nominal pembayaran bukan berasal dari perubahan tarif, melainkan bisa dipengaruhi oleh meningkatnya konsumsi energi listrik di rumah.
Menurut PLN, beberapa faktor yang berpotensi membuat penggunaan listrik meningkat meliputi suhu udara yang lebih panas, durasi penggunaan perangkat elektronik yang bertambah, hingga meningkatnya aktivitas di rumah.
Penyebab Tagihan Listrik Bisa Naik Meski Tarif Tetap
Baca Juga: Sambut Libur Sekolah, PELNI Beri Diskon Tarif Tiket Kapal Hingga 30 Persen
Walaupun tarif listrik tidak berubah, jumlah tagihan tetap bisa meningkat apabila pemakaian energi lebih besar dibanding bulan sebelumnya.
Beberapa kondisi yang dapat memicu lonjakan konsumsi listrik antara lain:
- Penggunaan pendingin ruangan atau kipas lebih sering karena cuaca panas
- Aktivitas di rumah yang meningkat, termasuk bekerja atau belajar dari rumah
- Peralatan elektronik digunakan dalam waktu lebih lama
- Banyak perangkat elektronik menyala secara bersamaan
Karena itu, masyarakat disarankan memantau konsumsi listrik secara berkala agar dapat mengetahui perubahan pola penggunaan energi di rumah.
Baca Juga: PHI Lampaui Target RKAP 2025, Produksi Migas Jadi yang Pertama dalam Lima Tahun Terakhir